Breaking News:

Kompol Sulis: Pengendara Jangan Berebut Jalan di Kretek Wesi Saat Pagi

Kapolsek Gajahmungkur Kompol Rochana Sulistyoningrum: Pengendara Jangan Berebut Jalan di Kretek Wesi Saat Pagi

tribunjateng/reza gustav
Kapolsek Gajahmungkur Kompol Rochana Sulistyoningrum 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Arus lalu lintas di persimpangan Jembatan Kertek Wesi, Jl Dewi Sartika, Kota Semarang, hampir tiap pagi dipadati kendaraan.

Kapolsek Gajahmungkur Kompol Rochana Sulistyoningrum (Sulis) turun tangan mengatur arus lalulintas di lokasi padat kendaraan tersebut.

“Di persimpangan Kertek Wesi, sering terjadi kemacetan pada pagi hari. Terutama hari Senin, setelah libur panjang atau libur nasional dan saat diadakan proses penerimaan mahasiswa baru di Unnes setiap tahunnya,” kata, Kompol Sulis kepada tribunjateng.com, Rabu (1/8/2018) siang.

Menurutnya, pada saat hari biasa atau weekdays, waktu-waktu kepadatan arus lalu lintas di pagi hari terjadi antara sekitar pukul 7.00 hingga 8.30 WIB.

Ia menambahkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan guna mencari solusi terkait kepadatan arus lalu lintas di lokasi tersebut.

“Hampir setiap hari saya selalu ada di sini, karena prioritas utama setiap pagi di wilayah Kecamatan Gajahmungkur itu di Jembatan Kertek Wesi ini,” sambungnya.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah mengerahkan para petugas untuk melakukan pengkondisian atau pengaturan arus lalu lintas.

Hal tersebut bertujuan agar kendaraan-kendaraan yang berasal dari tiga arah, baik Jatingaleh, Gunungpati maupun Sampangan itu tidak berebut jalan di persimpangan yang berakibat kemacetan atau penguncian.

“Setiap pagi personil kami maupun dari Dishub Kota Semarang setidaknya sudah berada di lokasi sejak pukul 6.15 WIB untuk mengatur dan mengkondisikan lalu lintas,” terangnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pengendara, baik kendaraan roda empat maupun roda dua, untuk mengutamakan faktor keselamatan dan memperhatikan aturan berlalu lintas yang baik.

“Sebagian pengendara tidak mau sabar. Kalaupun ingin terburu-buru, setidaknya jaga ketertiban dan jangan sampai menimbulkan penumpukan kendaraan yang berakibat penguncian. Utamakan faktor keselamatan, ketertiban dan aturan berlalu lintas yang baik,” pungkasnya. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved