Dana Desa Dicuri, Kades Kemetul; Kami Menduga Pelaku Sudah Tanam Paku
Pada Rabu (1/8/2018), uang milik Pemerintah Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, senilai Rp 323,6 juta digondol dua pencuri.
Penulis: deni setiawan | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pada Rabu (1/8/2018), uang milik Pemerintah Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, senilai Rp 323,6 juta digondol dua pencuri.
Peristiwa itu terjadi saat mobil yang membawa dana tersebut sedang berada di tambal ban Jalan Klero-Suruh Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.
Baca: Saat Joko Menambal Ban Mobil, Rp 323,6 Juta Dana Desa Kemetul Raib
Satu hari pasca kejadian pencurian dengan pemberatan tersebut pun masih ditangani Satuan Reskrim Polres Semarang untuk mengungkap serta menangkap yang diduga dilakukan dua pelaku tindak kriminal tersebut.
“Atas kejadian itu, sudah kami laporkan dan saat ini masih ditangani pihak kepolisian. Harapan kami tentunya pelaku yang mengambil dana milik desa tersebut dapat segera tertangkap. Semoga bisa cepat terungkap,” harap Kepala Desa Kemetul Agus Sudibyo kepada Tribunjateng.com, Kamis (2/8/2018).
Berdasarkan cerita dari kedua pegawainya, Sekretaris Desa Kemetul Joko Prihadi (30) dan Bendahara Desa Kemetul Ristiyani (32).
Keduanya berangkat dari Kantor Desa Kemetul pada pagi hari ke Kantor Bank Pembangunan Daerah Unit Pelayanan Cabang (BPD UPC) Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.
Dia menyampaikan, adapun tujuan ke kantor perbankan milik pemerintah tersebut adalah untuk pencairan Dana Desa Tahap II sekaligus sisa hasil pembayaran pajak Pemerintah Desa Kemetul. Ke kantor tersebut pegawainya menggunakan mobil Suzuki APV warna silver bernopol B 1477 COR.
“Dana sudah bisa dicairkan dan semuanya dimasukkan ke dalam tas yang dibawa Ristiyani. Mereka pun pulang melalui jalur yang sama saat berangkat, yakni Jalan Klero-Suruh Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang,” tutur Agus.
Namun, lanjutnya, di tengah perjalanan Joko yang saat itu mengemudikan mobil tersebut ditegur warga yang melintas apabila ban bagian belakang sebelah kiri mobil tersebut kempes. Mendengar dan melihat itu, Joko pun terpaksa menggeladak mobil tersebut sejauh sekitar 300 meter ke tempat tambal ban terdekat.
“Baik Joko maupun Ristiyani pun keluar dari mobil. Keduanya duduk di dalam kios tambal ban tersebut. Saat ban tersebut sedang ditangani, ada sepeda motor yang mendekat. Ada dua orang. Keduanya pun menggunakan helm. Tanpa disadari, satu di antaranya membuka pintu mobil tersebut,” bebernya.
Dia menyampaikan, kali pertama yang mendengar ada suara pintu mobil dibuka adalah tukang tambal tersebut. Lalu meneriaki kedua orang yang bergegas kabur menggunakan sepeda motor Supra 125.
“Di situ baru tersadar apabila pelaku yang menggunakan sepeda motor tersebut telah membawa kabur tas berisi uang ratusan juta Rupiah itu. Karena saat itu pula, mobil tidak terkunci. Untuk mengambil tas tersebut, pelaku pun tidak memecah kaca mobil,” tutur Agus.
Dari rangkaian cerita tersebut, Agus pun menduga aksi tersebut sudah direncanakan oleh pelaku. Sebelumnya telah dibuntuti. Bahkan dia menduga, saat kedua pegawainya berada di kantor perbankan, pelaku sudah menanam paku di ban mobil tersebut.
“Kami duga modusnya adalah kempes ban atau tanam paku pada ban mobil tersebut. Informasinya pelaku kabur ke arah Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang atau Kota Salatiga. Ciri-ciri kedua pelaku tidak kami ketahui,” ucapnya.
Seperti diinformasikan sebelumnya, dari total Rp 323,6 juta yang dibawa kabur tersebut satu di antaranya adalah hasil pencarian Dana Desa Tahap II Desa Kemetul. Totalnya sekitar Rp 276.356.500 dimana dana tersebut untuk menjalankan berbagai program di desa tersebut. Dana lainnya sekitar Rp 47.300.000 merupakan sisa pembayaran pajak. (dse)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pencurian-sepeda-motor_20180425_151947.jpg)