Jelang Idul Adha, Perajin Pisau Kudus Kebanjiran Pesanan

Jelang hari raya Idul adha perajin pisau di Kudus kebanjiran pesanan. Bahkan peningkatannya sampai 200 persen.

Jelang Idul Adha, Perajin Pisau Kudus Kebanjiran Pesanan
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Perajin pisau di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo saat menempa baja 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Jelang hari raya Idul adha perajin pisau di Kudus kebanjiran pesanan. Bahkan peningkatannya sampai 200 persen.

Satu di antara perajin pisau yakni Sahri Baedlowi. Warga Desa Hadipolo RT 2 RW 1 ini mengaku pesanan sudah mulai berdatangan sejak beberapa hari terakhir. Para pemesan kebanyakan panitia kurban masjid atau musala.

“Kalau setiap hari biasanya hanya ada satu atau dua pesanan. Tapi kalau jelang Iduladha bisa mencapai ratusan. Bahkan dibanding Iduladaha tahun lalu labih tinggi tahun ini,” kata Sahri, Kamis (2/8/2018).

Proses pembuatan pisaui yang dilakukan Sahri masih tradisional. Awalnya bahan baja ditempa dengan teknik pandai besi menggunakan bara api. Selanjutya baja ditempa hingga pipih di salah satu sisi plat baja yang menjadi bahan baku pisau.

Selanjutnya, setelah membentuk barang setengah jadi, produk pisau disempurnakan dengan cara digerinda hingga mendapat ketajaman yang halus lalu dipasang gagang dan pemolesan.

Berbagai macam jenis pisau dibuat oleh Sahri. Mulai dari pisau kecil untuk menyembelih ayam, pisau parang untuk menyembelih kambing, dan piasu parang besar untuk menyembelih sapi dan kerbau.

“Permintaan selama ini datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Ada juga yang pesan secara online, ada juga yang pesan secara langsung atau offline,” katanya.

Bahan baku yang dipilih Sahri pun tidak sembarangan. Dia memilih bahan baja karena dinilai lebih keras dan hasilnya lebih bagus.

“Kalau pisau dari sini tidak bagus kualitasnya, bisa dikembalikan,” katanya.

Selain piasu parang, Sahri juga membuat produk pisau lain. Misalnya pisau stainless dan pisau suvenir.

Dia juga menerima pesanan pengasahan ulang pisau jika dirasa masih kurang tajam.

“Kalau masih kurang tajam bisa diasah kembali di sini,” katanya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved