Pilpres 2019

Komisioner KPU, Hasyim Azhari Ingatkan Kepala Daerah Dilarang Jadi Ketua Tim Kampanye

Gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, atau wali kota dan wakil wali kota yang ditetapkan sebagai anggota

Komisioner KPU, Hasyim Azhari Ingatkan Kepala Daerah Dilarang Jadi Ketua Tim Kampanye
Rina Ayu
Komisioner KPU Pusat Hasyim Ashari, di Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Azhari meminta pasangan calon presiden-wakil presiden di Pilpres 2019 agar mematuhi Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilu.

Salah satu aturan di dalam PKPU itu menyebutkan di dalam Pasal 63 ayat (1) gubernur dan wakil gubernur, bupati, dan wakil bupati, atau wali kota dan wakil wali kota dilarang menjadi Ketua Tim Kampanye.

Baca: Ingat Video Tabrakan Bus Rombongan Haji di Mekah, Jenazah Sopir Bus WNI Dimakamkan di Mekkah

“Info tentang PKPU 23/2018 penting agar masing-masing paslon capres dan cawapres tidak menjadikan kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagai ketua tim kampanye,” ujar Hasyim, Kamis (2/8/2018).

Dia menegaskan, kepala daerah dan wakil kepala daerah harus berkonsentrasi memimpin jalannya pemerintahan daerah di tengah-tengah pelaksanaan kampanye Pemilu 2019 yang sudah dimulai sejak 23 September mendatang.

Namun, kepala daerah dan wakil kepala daerah tetap boleh menjadi anggota tim kampanye dan/atau pelaksana kampanye. Ini seperti tercantum di Pasal 63 ayat (2) PKPU Nomor 23 Tahun 2018.

Baca: Live Streaming: Timnas U-16 Vs Vietnam U-16 Malam Ini, Inilah Link-nya

Gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, atau wali kota dan wakil wali kota yang ditetapkan sebagai anggota Tim Kampanye dan/atau Pelaksana Kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) yang melaksanakan kampanye dalam waktu bersamaan, tugas pemerintah sehari-hari dilaksanakan oleh sekretaris daerah.

Kepala daerah dan wakil kepala daerah memang diperbolehkan menjadi tim kampanye dan/atau pelaksana kampanye, karena pasangan capres-cawapres dapat membentuk tim kampanye untuk tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan. Ini seperti tercantum di Pasal 8 PKPU Nomor 23 Tahun 2018. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved