Kunjungi Pabrik Gula Rendeng, Bambang Sadono: Stop Impor Gula

Kunjungi Pabrik Gula Rendeng, Anggota DPD RI Bambang Sadono menolak kebijakan pemerintah impor gula

Kunjungi Pabrik Gula Rendeng, Bambang Sadono: Stop Impor Gula
TRIBUNJATENG/RIFQI GOZALI
Anggota DPD RI Bambang Sadono kunjungi PG Rendeng, Kudus, Kamis (2/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Anggota DPD RI Bambang Sadono menolak kebijakan pemerintah impor gula. Sebab hal itu sangat merugikan petani mengingat melimpahnya stok gula nasional ditambah adanya kebijakan impor gula.

“Jadi semua ujung permasalahan itu pemerintah. Kalau kebijakan tidak jelas masalahanya tidak selesai-selesai. Pasti saya menolak kebijakan impor gula,” kata Bambang Sadono di sela-sela kunjungannya di PG Rendeng, Kudus, Kamis (2/8/2018).

Dia berujar, komitmen Bulog menyerap gula petani seharga Rp 9.700 pun masih belum diyakininya bisa menyerap seluruh gula petani. Bahkan harga yang ditentukan oleh Bulog juga masih menjadi perdebatan. Banyak petani yang merasa rugi jika gulanya dibeli sesuai dengan keputusan Bulog.

“Masalah lain yang menghambat penyerapan gula yaitu kebijakan impor gula dari pemerintah. Jangka panjangnya nanti banyak petani tebu yang tidak lagi mau menanam tebu. Kita semakin jauh lagi cita-cita swasembada gula,” tambahnya.

Selanjutnya, kata dia, keberadaan gula rafinasi yang masuk ke pasaran menambah kompleks masalah gula yang dihadapi petani. Gula yang sedianya hanya menjadi konsumsi industri itu mulai menyasar pasar, yang mana harganya jauh lebih rendah tentu akan semakin berat gula petani untuk bersaing.

“Saat ini saya masih mengumpulkan masalah yang ada di lapangan. Jangan sampai kebijakan merugikan petani,” katanya.

Dari data yang dihimpun dari Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) persediaan gula konsumsi (GKP) saat ini mencapai 5,1 juta ton. Jumlah sebanyak itu berasal dari sisa stok tahun lalu sebanyak 1 juta ton, rembesan gula rafinasi sebanyak 800 ribu ton, impor GKP tahun 2018 sebesar 1,2 juta ton, dan produksi tahun 2018 sekitar 2,1 juta ton.

Stok sebanyak itu sudah berlebih untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula tahun ini yang diperkirakan sebanyak 2,7 juta sampai 2,8 juta ton. Artinya masih ada kelebihan stok sebesar 2.4 juta ton. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved