Rumah Panggung Sebagai Solusi Hunian Perumahan di Kawasan Rob Pantura Kota Semarang

Kota Semarang bagian utara mempunyai ketinggian sekitar 0,75 meter di atas permukaan air laut sangat rawan terhadap rob.

Rumah Panggung Sebagai Solusi Hunian Perumahan di Kawasan Rob Pantura Kota Semarang
ISTIMEWA
Prototipe Distaru rumah panggung daerah rob di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kota Semarang bagian utara mempunyai ketinggian sekitar  0,75 meter di atas permukaan air laut sangat rawan terhadap rob.

Salah satu akibat yang paling memprihatinkan dari rob adalah terendamnya rumah tinggal, sehingga rumah menjadi tidak sehat dan tidak nyaman.

Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman mencoba untuk merancang sebuah inovasi, yaitu “Rumah Panggung”.

“Rumah Panggung dinamakan rumah panggung sistem Floor Lifting Method, yaitu suatu rumah panggung dimana lantai rumahnya dapat dinaikkan dengan menggunakan sistem ‘Jacking’,” kata Kasubbag Perencanaan & Evaluasi Dinas Perumahan & Kawasan Permukiman, Achmad Agung Utomo, Kamis (2/8/2018).

Achmad mengatakan pada periode waktu tertentu rumah yang terkena rob dan tenggelam dari ketinggian jalan sebagai akibat dari Land subsidence (penurunan muka tanah) sehingga terlihat lebih rendah dari lingkungan sekitar.

“Dengan konstruksi Rumah Panggung dapat disikapi dengan menaikkan ketinggian rumah dengan mengangkat secara gotong royong menggunakan dongkrak mobil pada titik-titik baloknya,” ujarnya. 

Achmad menjelaskan dongkrak dipasang pada 6 titik di bawah balok jacking, kapasitas 1 dongkrak yang dipakai adalah 3 ton.

“Kemampuan kenaikan dongkrak adalah 17 cm.dan beban yang terdapat pada 1 titik dongkrak terhitung maksimal 2,3 ton. Baut pada plat pelendes di kolom pedestial dilepas semua sebelum memulai proses dongkrak,” ujarnya.

Setelah dongkrak mencapai kenaikan maksimal maka dibawah balok jacking diganjal balok kayu.

Proses pendongkrakan dilakukan secara bersama-sama pada 6 titik

“Setelah balok jacking diganjal, angkur di perpanjang dengan mengelas angkur baru dengan angkur lama. Dilakukan penambahan tinggi kolom pedestial dengan pengecoran beton

Setelah beton kering, dongkrak diturunkan pelan-pelan (angkur yang sudah diperpanjang masuk dalam lubang plat pelendes). Baut-baut dipasang kembali dan dikencangkan,” pungkasnya.(*)

Penulis: galih permadi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved