Breaking News:

Viral! Surat Penundaan Vaksinasi Terkait Sertifikasi Halal, MUI: Jangan Bully Pemerintah

Surat berisi keterangan penundaan pemberian vaksin Measles Rubella (MR) dari Dinas Kesehatan Kepulauan Bangka Belitung viral di media sosial.

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Surat berisi keterangan penundaan pemberian vaksin Measles Rubella (MR) dari Dinas Kesehatan Kepulauan Bangka Belitung viral di media sosial. 

TRIBUNJATENG.COM - Surat berisi keterangan penundaan pemberian vaksin Measles Rubella (MR) dari Dinas Kesehatan Kepulauan Bangka Belitung viral di media sosial.

Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepulauan Bangka Belitung pun meminta masyarakat agar tak mem-bully pemerintah.

"Kami tidak pernah menyatakan haram ya. Hanya untuk vaksin MR belum ada sertifikasi halalnya. Jadi pemberitaan di media sosial jangan keliru apalagi sampai mem-bully pemerintah," kata Sekretaris Umum MUI Kepulauan Bangka Belitung Ahmad Luthfi kepada Kompas.com, Kamis (2/8/2018).

Dirinya juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah setempat soal polemik vaksin MR.

Surat yang telah tersebar luas di media sosial itu tertanggal 1 Agustus
2018.

"Memang viralnya baru kemarin. Padahal surat MUI yang ditujukan pada Kemenkes sudah ada sejak 25 Juli 2018," ujarnya.

Menurut penuturan Ahmad, sertifikasi halal merujuk pada surat komisi fatwa MUI nomor U 13/MUI/KF/VII/2017 dan UU Nomor 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal.

"Kalau proses sertifikasinya dijalankan tentu tidak ada masalah. Perlu menjadi perhatian bagi perusahaan yang memproduksi, bukan hanya pemerintah," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Bangka Belitung Mulyono Susanto juga telah membenarkan adanya surat penundaan pemberian vaksin MR itu.

"Karena ini sifatnya nasional jadi kami menunggu hasil pertemuan Kemenkes dan MUI. Daerah hanya sebagai pelaksana jadi tidak bisa berkomentar banyak," kata Mulyono kepada awak media.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved