Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sempat Siaga Satu Sampah, Desa di Kendal Ini Ubah Sampah Jadi Nilai Guna

Desa Penanggulan, Kendal sukses dalam mengolah sampah para warga mereka.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Seorang karyawan Bumdes menjelaskan proses pengolahan sampah di desanya 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sempat warganya sering mengalami masalah kesehatan karena sampah yang menumpuk, saat ini Desa Penanggulan, Kendal sukses dalam mengolah sampah para warga mereka.

Sampah mereka olah diubah menjadi produk dengan nilai guna yang lebih tinggi yakni pupuk kompos kering dan bio solar.

Pengolahan sampah dibentuk menjadi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang pekerjanya memperdayakan warga desa Penanggulan sendiri.

Kepala Desa Penanggulan Ria Setianingsih mengatakan sebelum tahun 2015, wilayahnya desanya merupakan wilayan endemik penyakit Demam Berdarah Dengue.

Bahkan ia menyebutkan dalam setahun ada 20 warganya terjangkit DBD.

" Pada tahun 2013 masalah sampah menjadi siaga satu di desa kami. Hal itu dikarenakan sampah warga ditambah sampah dari pasar pegandon yang menumpuk," paparnya, jumat (3/8).

Ria menceritakan para warganya pun makin resah manakala masalah sampah yang menjadi sumber penyakit itu tak kunjung teratasi.

Dan hal itu membuat pemerintah desa membentuk pengolahan sampah milik desa agar sampah-sampah itu dapat teratasi

"Oleh sebab itu kami membentuk pengelola sampah sendiri. Bahkan kami melakukan studi banding pengolahan sampah di Karangayar dan Brebes. Dan akhirnya kami pun membentuk pengolahan sendiri menggunakan dana desa sebesar 285 juta," jelasnya

Menurutnya mesin tersebut dapat mengelolah sampah sebanyak satu hingga tiga truk sampah tiap harinya dan hasil dari pengolahan sampah itu sendiri nantinya akan digunakan oleh warga dan Bumdes itu sendiri.

"Komposnya untuk menyuburkan tanaman warga dan bio solarnya digunakan kembali untuk bahan bakar mesin pengolahan sampah ," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Bumdes tersebut, Hasan menuturkan saat ini BUmdesnya belum memikirkan untuk mendapatkan profit yang banyak, namun lebih mengedepankan mengatasi masalah sampah di desa dan kesejahteraan para pekerjanya.

"Saat ini kami tengah mengembangkan cara untuk mengelola sampah organik yang tidak dapat diolah agar tidak menyebabkan bau," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved