Bulan Ini, Petugas Puskesmas se Jateng Akan Datangi Sekolah Untuk Lakukan Imunisasi Campak

Tercatat ada ada 23.208 Sekolah Dasar (SD) se-Jawa Tengah yang tahun ini akan mengikuti imunisasi campak di Agustus ini.

Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN
M Chojin (tengah) bersama rombongan pejabat kesehatan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menyambut Bulan Imunisasi Anak Sekolah (Bias) yang jatuh pada bulan ini, tiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Jawa Tengah akan mendatangi sekolah-sekolah.

Tercatat ada ada 23.208 Sekolah Dasar (SD) se-Jawa Tengah yang tahun ini akan mengikuti imunisasi campak di Agustus ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, dr Yulianto Prabowo mengimbau supaya masyarakat sadar betul akan manfaat imunisasi.

Imunisasi campak ini akan dilakukan untuk Kelas I SD, sedangkan untuk Kelas II akan diberikan imunisasi difteri pada November mendatang.

"Mari kita sukseskan imunisasi untuk Indonesia ke depan yang lebih baik dan bebas dari penyakit menular," tutur Kasi Surveillance dan Imunisasi, Subur Hadi Marhaento, SKM, M.Kes (epid), kepada Tribunjateng.com, Minggu (5/8/2018).

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tidak ingin ada difteri di Semarang terulang kembali.

"Imunisasi adalah untuk diri sendiri, lingkungan, dan bangsa. Manfaat imunisasi sendiri tidak hanya bermanfaat untuk yang mendapatkan imunisasi, tapi semuanya, dampaknya sangat positif," jelas Subur.

Diungkapkannya, pada Juli lalu ada warga Kota Genuk yang positif mengidap difteri. Fakta yang ditemukan yakni amat mengejutkan, satu keluarga ini sejak dulu memiliki prinsip tidak mengimunisasikan anak-anaknya.

Menurut ayahanda B (12) (bocah yang meninggal karena penyakit tersebut), Muchamad Chojin, ia mengakui terkait penyakit difteri yang merenggut anaknya merupakan sudah takdir.

"Meski takdir saya imbau kepada masyarakat untuk memvaksin anak-anaknya, karena difteri bisa dicegah dengan vaksin, ini merupakan langkah bagus untuk mencegah penyakit menular, bukan untuk anak-anak saja, tapi juga lingkungan," pesan Muchammad Chojin kepada para warga Semarang.

Ia berpesan di hadapan tim Kementerian Kesehatan RI, Dinkes Jateng, dan Dinkes Kota Semarang yang pada (24/7/2018) lalu berkunjung ke sekolah tempat B belajar.

Mochamad Chojin ingin warga sadar supaya warga tidak termakan berita hoax terkait vaksin.

Muchamad Chojin mengungkapkan usai anaknya positif difteri, ia dan keluarga langsung menerima tindakan Dinkes Kota Semarang yakni ORI (Outbreak Respons Immunization).

Berikut ini penyakit menular yang bisa dicegah dengan imunisasi:

Hepatitis B, Difteri, Pertusis, Polio, TBC, dan lainnya.

Dengan imunisasi, anak-anak bisa terhindar dari kematian, cacat sebagian ataupun total, serta dampak berat lainnya akibat bakteri yang mematikan. (kin)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved