Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Demi Ikut Pecahkan Rekor Senam Poco-Poco Nusantara, Penghuni Lapas Kedungpane Rela Bangun Jam 05.00

Acara tersebut, diikuti sebanyak 300 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kedungpane Semarang, dan seluruh staf lapas.

Penulis: hesty imaniar | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Hesty Imaniar
Para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane, Semarang menggelar senam Poco-Poco Nusantara, pada Minggu (5/8/2018) itu, di Lapangan Lapas Klas I Kedungpane, Semarang. Kegiatan tersebut, dilaksanakan dalam rangka acara pemecahan rekor peserta senam poco-poco terbanyak. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane, Semarang menggelar senam Poco-Poco Nusantara, pada Minggu (5/8/2018) itu, di Lapangan Lapas Klas I Kedungpane, Semarang.

Acara tersebut, diikuti sebanyak 300 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kedungpane Semarang, dan seluruh staf lapas.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan dalam rangka acara pemecahan, Guinnes World Record dengan peserta senam poco-poco terbanyak dan juga memecahkan Rekor MURI peserta poco-poco yang diikuti oleh narapidana di Lapas/Rutan.

Senam yang dipandu langsung dengan Video Teleconferen ID Zoom, yang terpusat di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, serta terkoneksi dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Gelombang 3 itu, secara serentak bisa dilakukan oleh semua Lapas dan Rutan.

Dikatakan Kalapas Kedungpane Semarang, Dadi Mulyadi, para WBP Lapas Kedungpane Semarang, sebelum melakukan kegiatan kali ini, mereka sudah berlatih senam poco-poco sejak sebulan yang lalu.

"WBP sangat antusias sekali untuk menyambut rekor dunia ini, mereka sangat bersemangat dengan terus dimotivasi oleh para petugas lapas, mereka bisa menjalankan kegiatan kali ini," katanya.

Sementara itu, diungkapkan oleh salah satu WBP Lapas Klas I Kedungpane, Semarang, Agus, juga merasakan kegembiraannya, karena bisa mengikuti kegiatan pemecahan rekor dunia itu.

"Saya sangat senang, meskipun saya ada di penjara, namun saya masih bisa ikut andil, dalam pencetakan rekor dunia ini.

Untuk itu, tadi saya bangun jam 05.00 demi mempersiapkan kegiatan yang sangat langka ini," jelas Agus, WBP perkara pembunuhan, dengan hukuman pidana 9 tahun penjara itu.(hei)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved