BPPH PP Jalin Kerja Sama Dengan BNN Jateng Soal Penyuluhan Hukum Narkotika

Badan Penyuluhan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila (PP) Jateng, menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng

BPPH PP Jalin Kerja Sama Dengan BNN Jateng Soal Penyuluhan Hukum Narkotika
TRIBUN JATENG/HESTY IMANIAR
BPPH PP Jalin Kerja Sama Dengan BNN Jateng Soal Penyuluhan Hukum Narkotika 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Penyuluhan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila (PP) Jateng, menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng, terkait rencana diadakannya penyuluhan hukum narkotika.

Dikatakan oleh Ketua BPPH PP Jateng, Dwi Nuryanto, kerja sama itu merupakan kali pertama baik dari BPPH PP Jateng dan BNN Jateng.

"Memang untuk penyuluhan soal hukum narkotika baru pertama kali kamu adakan dan bekerja sama dengan BNN Jateng, karena kami prihatin, dimana anggota kami ini advokat jadi tahu perkembangan soal pidana narkotika," katanya, Selasa (7/8/2018) sore, di kantor BNN Jateng. 

Dengan mengikuti perkembangan soal hukum pidana narkotika di pengadilan, anggota BPPH PP Jateng yang semuanya merupakan advokat ingin memberikan pengetahuan soal hukum narkotika, jika menjadi pengedar dan pengguna.

"Kebanyakan perkara narkotika yang kami atasi semuanya hampir anak-anak muda, usia remaja. Oleh karena itu ketik kami bekerja sama dengan BNN Jateng, kamu garap bisa segera melakukan penyuluhan hukum narkotika, agar angka narkotika di Jateng menurun," ujarnya.

Dwi juga menyatakan, bahwa saat ini, untuk pengguna narkoba di Jateng sekitar 1,5 persen, dan rata-rata anak-anak usia remaja.

"Sehingga salah satu cara menekan angka tersebut, adalah melalui penyuluhan hukum pidana soal narkotika. Harapannya, dengan mereka tahu hukum narkotika di Indonesia, mereka tidak lagi menggunakan barang haram tersebut, dan mengedarkannya," imbuhnya.

Sasaran yang akan dituju, Dwi menyampaikan akan menyasar sekolah-sekolah di tingkat SMA dan Universitas, bahkan tidak menutup kemungkinan menyasar ke semua kalangan pelajar dan siapapun, untuk mengetahui hukum narkotika di Indonesia.

"Rencana penyuluhan hukum narkotika itu kami mulai di September, dan kami juga akan siapkan, anggota kami, untuk dapat pelatihan di BNN terkait materi apa saja, pada akhirnya Agustus, serta pola pemberian penyuluhan hukum itu," jelasnya.

Sementara itu, dijelaskan oleh Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru, adanya kerja sama dan audiensi ini disambut baik oleh BNN Jateng.

"Memang yang kami harapkan, ormas seperti ini bisa turut andil dan terlibat dalam program BNN, untuk menekan dan mengurangi angka pengguna dan pengedaran narkotika. Sehingga, ini menjadi tugas dan keprihatinan bersama," ungkapnya.

Tentunya, sambung Brigjen Pol Tri, untuk audiensi rencana kerja sama adanya penyuluhan hukum soal narkotika merupakan suatu langkah yang perlu didukung, demi menekan angka narkotika di Jawa Tengah.

"Apalagi, kami masih kadang sering kesulitan mencari tenaga ahli yang bisa memberikan penyuluhan soal hukum narkotika, sehingga acara audiensi ini, dengan kerja sama kami dengan ormas PP, tentu disambut baik, dan segera kita laksanakan," katanya.(*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved