Breaking News:

Soal Al Quran Terjemahan Bahasa Tegalan, Ini Kata MUI Kota Tegal

Para budayawan Kota Tegal menginginkan ada Alquran terjemahan bahasa lokal yakni Bahasa Tegalan.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih permadi

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Para budayawan Kota Tegal menginginkan ada Alquran terjemahan bahasa lokal yakni Bahasa Tegalan.

Mereka pun mengusulkan rencana itu kepada Kementerian Agama (Kemenag).

Sebelumnya, Kemenag juga telah meluncurkan Alquran berbahasa lokal. Satu di antaranya Banyumasan.

Budayawan dan sastrawan Tegal, Atmo Tan Sidik, menjadi otak rencana penyusunan Alquran Bahasa Tegalan itu.

Dia mengatakan Alquran terjemahan bahasa lokal lebih dimengerti masyarakat di daerah, semisal di Tegal.

"Nantinya, Alquran itu tetap yang menyusun para ahli dari Kementerian Agama. Kami, para budayawan dan sastrawan Tegal hanya memberi masukan atau mencari padanan kata Bahasa Tegalan," ucapnya.

Menanggapi itu, Ketua MUI Kota Tegal, Abu Chaer Annur, menyarankan agar tim penyusun Alquran terjemahan yakni dari ahli tafsir.

"Siapa saja boleh bikin (terjemahan Alquran). Tetapi, harus dilengkapi dengan ahlinya. Harus dilengkapi dengan orang ahli tentang bahasa, makna, sastranya," tuturnya, Selasa (7/8/2018).

Lantaran Alquran kitab suci dan sebagai pedoman bagi umat Islam, kata dia, sehingga jangan sampai asal- asalan.

Harus ada orang yang ahli dan ada kajian yang mendalam.

Menurutnya, sang ahli yakni orang yang ahli tafsir dan menguasai Bahasa Arab sampai dengan kesastraannya.

"Mereka harus menguasai soal sebab- sebab atau asal- usul yang menyertai turunnya ayat- ayat dalam Alquran atau asbabul nuzul. Harus tahu persis ayat tertentu diturunkan karena apa," jelas Abu.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved