Meski Sempat Dihadang, PN Kendal Eksekusi Satu Rumah di Cepiring Kendal

Pengadilan Negeri Kendal mengeksekusi sebuah rumah di desa Tunggulsari, Brangsong Kendal pada Rabu (8/8) Siang.

Meski Sempat Dihadang, PN Kendal Eksekusi Satu Rumah di Cepiring Kendal
dhian adi putranto
Eksekusi rumah warga yang terlintas jalan tol Semarang Batang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pengadilan Negeri Kendal mengeksekusi sebuah rumah di desa Tunggulsari, Brangsong,  Kendal pada Rabu (8/8) Siang.

Eksekusi itu dilakukan untuk memperlancar proses pembangunan proyek tol Semarang Batang yang terkendala karena bangunan rumah tersebut masih berdiri di area proyek.

Panitera PN Kendal, Soedi mengatakan eksekusi terpaksa dilakukan karena warga tersebut enggan melakukan bongkar rumah sendiri hingga batas waktu yang ditentukan.

"Hari ini eksekusi harus selesai karena ini sudah batas waktunya. Kami sempat menunggu namun warga tidak segera membongkar jadi kami tetap mengeksekusi," jelasnya

Sebelumnya para warga tersebut masih bertahan di dalam rumah. Mereka berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya.

Namun oleh pihak Pengadilan tetap melaksanakan eksekusi.

Mardiyanto, kuasa hukum para warga mengatakan para warga berat hati rumah itu tetap dieksekusi. Pasalnya ada penghitungan ganti rugi yang menurutnya tidak benar.

"Harga nilai bangunan rumah tersebut tidak dihitung, bangunan hanya dinilai nol rupiah padahal seharusnya dihitung, jadi pemilik lahan hanya menerima sebesar 93 juta dari harga tanah dan tanaman saja, maka dari itu pemilik rumah mempertahankan bangunan itu tetap berdiri" jelasnya.

Pada akhirnya rumah itu tetap dieksekusi. Sebuah Eskavator pun meratakan seluruh bangunan rumah itu.

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Semarang Batang, Tendi Hardianto membantah jika harga yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Ia mengatakan pihaknya telah memberikan harga sesuai harga lahan dan bangunan rumah itu.

"Rumah itu diberikan harga 340 juta. kami memberikan sesuai dengan harga yang sebenarnya, seluruh uang ganti rugi juga telah dititipkan di Pengadilan Negeri Kendal" jelasanya

Tendi mengatakan pada hari ini ada 11 bidang tanah yang hari ini harus sudah dikosongkan. Ia mengatakan hampir seluruhnya telah dibongkar sendiri, namun hanya satu rumah yang enggan membongkarkan diri.

"Seluruhnya lahan untuk proyek jalan tol telah dibebaskan. Semua juga telah dikosongkan, tinggal satu ini yang kami eksekusi." paparnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved