Perkara Yarsis Dilimpahkan Ke PN Semarang, Kuasa Hukum Menilai Ada Kejanggalan

Kali ini, petinggi rumah sakit diseret ke pengadilan karena diduga melakukan penggelapan mobil operasional.

Perkara Yarsis Dilimpahkan Ke PN Semarang, Kuasa Hukum Menilai Ada Kejanggalan
Tribun Jateng/Suharno
Rumah Sakit Islam Surakarta kembali jadi rebutan dua pihak, Kamis (5/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Konflik di Rumah Sakit Islam (RSI) Surakarta masih terus berlanjut. Kali ini, petinggi rumah sakit diseret ke pengadilan karena diduga melakukan penggelapan mobil operasional.

Kuasa Hukum Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis), Khairul Anwar menilai bahwa tuduhan penggelapan seperti yang dilaporkan tidak sebegitu sederhana. Namun harus dilihat akar permasalahannya.

Menurutnya, status yayasan masih diperdebatkan antara harta benda wakaf atau harta benda milik swasta. Sekarang yang menjadi terdakwa adalah orang yang memperjuangkan Yayasan merupakan harta benda wakaf atau milik umat.

Sedangkan pelapor merupakan orang yang menghendaki Yayasan milik swasta. Sehingga dialihkan dan dijual-belikan.

"Perkara ini tidak sangat simple. Kalau cuma diambil, mobil dijual oleh direktur kemudian dilaporkan pengelapan. Itu selesai di situ, tapi case-nya tidak seperti itu. Yayasan ini masih diperdebatkan antara harta benda wakaf sama harta benda milik swasta," katanya, Rabu (8/8/2018).

Dijelaskannya, bahwa sudah ada putusan wakaf dari Pengadilan Agama Sukoharjo dan kasasi Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa aset yayasan adalah harta benda wakaf. Tapi sayangnya di kepolisian tidak melihat itu sehingga penggelapan mobil ini dianggap kasus pidana biasa.

Khairul juga mempertanyakan alasan dilimpahkannya perkara penggelapan ini dari Sukoharjo ke PN Semarang. Menurutnya hal ini penuh kejanggalan dan harus segera dijawab oleh Mahkamah Agung.

"Kami sudah kirim surat ke Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat kami kirim sekitar 10 hari yang lalu," pungkasnya.(hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved