SMPN 22 Semarang Dijadikan Sekolah Percontohan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas

SMPN 22 Semarang menjadi satu diantara sekolah percontohan Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Seksualitas di Kota Semarang

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara | Editor: m nur huda
Tribunjateng/Alaqsha Gilang Imantara
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri memotong pita sebagai simbol pencanangan SMPN 22 Semarang sebagai sekolah percontohan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas di Lapangan SMPN 22 Semarang, pada Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - SMPN 22 Semarang menjadi satu diantara sekolah percontohan Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Seksualitas di Kota Semarang.

Selain itu, terdapat SMPN 28 dan SMP 29 yang ditunjuk menjadi sekolah percontohan Kespro dan Seksualitas di Kota Semarang.

Sejak 2017, SMPN 22 Semarang telah memberikan satu paket pendidikan kesehatan reproduksi kepada siswa kelas 7 melalui guru Bimbingan Konseling (BK) secara komprehensif.

Pada 2018, pendidikan kesehatan reproduksi akan diajarkan pada kelas 7 dan 8.

Oleh karena itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mencanangkan SMPN 22 Semarang sebagai sekolah percontohan pendidikan Kespro dan Seksualitas pada Rabu (8/8).

Kegiatan ini dihadiri oleh semua kelas 7, 8, dan 9 sebanyak 832 siswa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Gunawan Saptogiri saat ditemui di ruang kepala sekolah SMPN 22 Semarang, Rabu (8/8) mengatakan, ini akan memberikan pemahaman kepada anak-anak remaja masalah kesehatan reproduksi.

Jika anak-anak tahu dan memahami, nanti dia tidak akan salah pergaulan termasuk seks bebas dan sebagainya.

Dia menambahkan, harapannya bisa menangkal itu, makanya kita ambil 3 sekolah percontohan dulu, mudah-mudahan ini bekerjasama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) provinsi Jawa Tengah.

"Ke depan PKBI akan memberikan materi pendidikan reproduksi dan seksualitas pada guru-guru SMP, sehingga guru-guru bisa menyampaikan ke siswa-siswanya."tandasnya.

Gunawan menjelaskan, untuk di Semarang tidak terlalu mengkhawatirkan, tapi kita perlu waspada dan jaga-jaga, meski Semarang tidak seperti di Surabaya, di Makassar, di Jakarta, tapi kita harus waspada sehingga kita tidak boleh terlena.

"Sehingga ketiga sekolah percontohan ini, nanti akan kita evaluasi hasilnya, nanti bisa saja kita perluas, dibandingkan dengan 3 sekolah lainnya yang tidak percontohan. Nanti akan kelihatan hasilnya, dari evaluasi itu tadi nanti akan ditingkatkan."ucapnya.

Menurut Direktur Eksekutif PKBI Jawa Tengah, Elisabet S.A. Widyastuti, dia hanya membuat sampel setiap kecamatan satu sekolah untuk percontohan sekolah kespro dan Seksualitas di kecamatan Gunungpati, Tembalang dan Tugu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved