Belum Temukan Uap di Wellpad H, PT SAE Lakukan Evaluasi Bersama Tim Geologi

PT SAE masih menunggu hasil kajian dari tim geologi untuk melanjutkan pengeboran panas bumi di wellpad H lereng Gunung Slamet

Belum Temukan Uap di Wellpad H, PT SAE Lakukan Evaluasi Bersama Tim Geologi
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Warga terdampak air keruh lakukan aksi mandi dan cuci di air Sungai Prukut yang keruh di Panembangan Cilongok, Banyumas, Jumat (15/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - PT Sejahtera Alam Energy (SAE) masih menunggu hasil kajian dari tim geologi untuk melanjutkan pengeboran panas bumi di wellpad H lereng Gunung Slamet.

Sumur itu sementara waktu ditutup setelah pengeboran mencapai kedalaman 3.400 meter. Sampai kedalaman itu, PT SAE ternyata belum mendapatkan titik uap panas yang akan dipakai untuk menggasilkan energi.

Karena itu, PT SAE memutuskan menghentikan sementara pengeboran di sumur itu sembari melakukan evaluasi bersama tim geologi.

Penelitian dilakukan untuk mengetahui posisi pengeboran yang tepat untuk mendapatkan uap. Kajian juga akan menentikan sejauh mana tingkat kemanfaatan komersialisasi wellpad H ini.

"Saat ini kami ambil kajian lagi sejauh mana tingkat kemanfaatan komersialisasi welpad ini, dan posisi yang pas untuk mendapatkan uapnya,"kata Muhammad Nur Mekkah, Media Relation PT SAE, Sabtu (11/8)

Pengeboran well pad untuk pengembangan proyek ini menghabiskan biaya cukup besar, sekira 8,5 juta dolar (US).

Mekkah tak menampik, risiko gagal mendapat uap panas di sumur yang telah dibor memang ada. Karena itu, pihaknya merencanakan pengeboran di banyak titik, 5 sampai 8 well pad.

Dengan semikian, jika well pad tertentu tak sesuai harapan, masih ada alternatif well pad lain yang lebih potensial menghasilkan energi.

Mekkah tidak bisa memastikan berapa well pad yang dibutuhkan untuk memproduksi listrik sesuai target, 220 megawatt

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved