Tribun Campus

KKN PPM Upgris Ajarkan Warga Tambaksari Bercocok Tanak di sekitar Tambak

Selain menjadi tempat berternak ikan, tambak ternyata juga dapat difungsikan sebagai tempat untuk bercocok tanam.

dhian adi putranto

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putrato

KENDAL, TRIBUN - Selain menjadi tempat berternak ikan, tambak ternyata juga dapat difungsikan sebagai tempat untuk bercocok tanam. Hal itu lah yang tengah diajarkan para mahasiswa KKN PPM UPGRIS di desa Tambaksari selama 51 hari.

Para mahasiswa itu mengajarkan warga desa menanam sayuran di tambak milik warga meski dalam tambak mereka masih ada ikan yang belum siap untuk dipanen.

Dibalik kegiatan para mahasiswa UPGRIS ini, ternyata diprakasai oleh empat dosen mereka yakni Titik Haryati, Oktaviani Adhi Suciptaningsih, Novika Wahyuhastuti dan Agus Mukhtar.

Oktaviani Adhi Suciptaningsih menjelaskan teknik bercocok tanam yang diajarkan warga desa Tambaksari yaitu menggunakan teknik penanaman Aquaponik.

"Aquaponik merupakan inovasi dari teknik menanam hidroponik, yakni menggabungkan cara menaman hidroponik dengan kolam. Selanjutnya dalam pembuatannya dapat menggunakan barang-barang bekas sebagai alat bertanamnya," ujarnya saat dijumpai, jumat (10/8).

Okta menjelaskan tempat untuk bercocok tanam itu berbentuk persegi panjang dan mengapung diatas tambak ikan. Untuk dapat mengapung, menggunakan botol air mineral bekas sebagai pelampungnya. Nantinya tanaman akan ditanam di atas tempat tersebut

"Tanaman yang bisa ditanam yakni jenis sayuran diantara lainnya ada selada, cabai, bayam dan lainnya," jelas okta

Sementara itu Menurut Titik Haryati, dosen lainnya, perawatan tanaman yang ditanam dengan teknik aquaponik sangatlah mudah dan hemat, pasalnya tanaman mendapatkan nutrisinya dari air kolam tersebut sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur.

"Dalam kolam itu kotoran ikan juga larut dalam air sehingga semua nutrisi yang dibutuhkan tanaman telah tersedia, sehingga mempercepat usia panennya pun,yakni tiga bulan saja," jelas Titik

Menurutnya bertanam ini akan menjadikan tambahan sumber penghasilan dari para warga selain penghasilan dari hasil panen tambak.

"Teknik bertanam ini juga bisa diterapkan di semua tambak ikan tawar para warga. Seperti Lele, gurami, ikan mas dan lainnya," paparnya

Secara terpisah, Kholidin seorang warga yang mendapatkan pelatihan itu menuturkan dirinya tertarik dengan teknik bertanam yang diajarkan oleh Mahasiswa KKN PPM UPGRIS itu.

Menurutnya hal itu perlu diterapkan oleh para peternak ikan lainnya.

"Ini bisa menambah penghasilan karena ternyata sangat mudah. Saya pun akan mencoba menerapkan hal itu di tambak saya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved