Ada Kera Sakti dan Dewi Kwan Im dalam Kirab Laksamana Cheng Ho di Semarang
Ada Kera Sakti dan Dewi Kwan Im dalam Kirab Laksamana Cheng Ho di Semarang, Minggu (12/8).
Penulis: hermawan Endra | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Cindy Yuvia tak henti-hentinya memotret ke arah rombongan kirab laksamana Cheng Ho yang saat itu sedang melintasi kawasan Tugu Muda Semarang, Minggu (12/8). Sesekali mulutnya tersenyum ketika melihat aksi peserta yang menarik perhatian.
"Lihat deh itu ada cosplay serial Kera Sakti, ada dewi Kwan Im juga, cantik banget yaa," kata Cindy kepada orang di sebelahnya.
Selain Dewi Kwan Im serta tokoh budaya Tionghoa lain yang diperankan oleh model, masih banyak aksi lain yang membuatnya kagum. Seperti atraksi barongsai, hingga ketrampilan dalam menabuh genderang.
Tidak hanya Cindy, banyak masyarakat lain yang menyaksikan kirab budaya tersebut. Mereka ada yang menunggu sejak pagi di pinggir jalan yang dilalui peserta kirab.
Beberapa pengguna jalan raya juga ada yang memelankan laju kendaraan untuk bisa melihat kirab. Beberapa dari mereka bahkan menyempatkan berhenti di pinggir. Petugas polisi beserta dinas terkait turut membantu pengamanan dan melancarkan arus lalu lintas.
Ketua Panitia, Yoe Yoe Hok, menjelaskan kirab budaya ini merupakan puncak dari peringatan kedatangan Laksamana Cheng Ho atau atau Sam Poo Tay Djien ke-613. Acara ini sendiri berlangsung 5-12 Agustus 2018. Selama delapan hari itu akan ada berbagai macam rangkaian kegiatan.
Selain proses bersih bersih arca pada Minggu (5/8/2018), dilanjut perayaan sembahyang bersama. Kemudian pada Sabtu (11/8/2018) ada malam kesenian dengan bintang tamu Didik Nini Towok.
Puncak acara, 12 Agustus 2018 tepat pukul 05.00 akan digelar kirab budaya dari Klenteng Tay Kak Sie (Pecinan Semarang) menuju Klenteng Sam Po Kong (Simongan) dan kembali lagi ke Klenteng Tay Kak Sie.
Dari Klenteng Tay Kak Sie rombongan akan melewati Jalan Kranggan, Depok, Pemuda, Sugiopranoto, Jembatan Banjir Kanal, Simongan dan sampai ke Klenteng Sam Po Kong.
"Sebanyak 10 sasana Barongsai akan meriahkan acara kirab. Saat perayaan tahun kemarin arak-arakan cukup banyak barisan terdepan di Lawang Sewu ekornya sampai Mal Paragon, tahun ini diprediksi akan lebih banyak dan meriah," katanya.
Sesampainya di Klenteng Sam Po Kong, akan ada upacara sembahyang bersama, dan pementasan barongsai. Kemudian pukul 12.00 rombongan pulang ke Kelenteng Tay Kak Sie melintasi beberapa Klenteng yang ada di Semarang.
Sementara itu, Pelaksana Acara Hindarto, menjelaskan, filosofi dari digelarnya kirab budaya ini untuk mengenang Laksamana Cheng Ho.
Diharapkan membawa berkah bagi seluruh umat terutama untuk kesejahteraan keluarga dan kelancaran dagang serta pemersatu seluruh umat.
Dalam literatur, disebutkan bahwa Cheng Ho adalah seorang muslim dan termasuk berjasa menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Namun masyarakat Tionghoa tetap menghormatinya dan selalu memperingati kedatangan setiap tahun.
Laksamana Cheng Ho ternama pada masa Dinasti Ming. Kala itu ia dipercaya memimpin armada laut Tiongkok mengarungi penjuru dunia.
Misinya untuk diplomasi perdamaian, dagang dan bertukar kebudayaan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kirab-budaya-memperingati-kedatangan-laksamana-cheng-ho_20180812_091758.jpg)