Breaking News:

Bakar Rumah Sendiri, Mantan Petinju Nasional Ini Dituntut Satu Tahun Penjara

mantan petinju profesional asal Semarang dituntut oleh JPU Kejari Semarang, Aulia Hafidz, dengan hukuman penjara selama satu tahun.

Penulis: hesty imaniar | Editor: galih permadi
tribunjateng/like adelia
Ferdinan (40) diamankan polisi sesaat setelah membakar rumahnya di Jalan Kakap 2 RT 06 RW 01, Kecamatan Semarang Utara, Sabtu (14/4). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ferdinando Adriano, yang merupakan mantan petinju profesional asal Semarang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang, Aulia Hafidz, dengan hukuman penjara selama satu tahun.

Hal itu disebabkan, Ferdinando telah membakar rumahnya sendiri. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, terdakwa Ferdinando dinyatakan dengan sengaja menimbulkan kebakaran karena perbuatan yang timbul membahayakan bahaya umum bagi barang.

Bahkan, perbuatan itu diatur dalam Pasal 187 Ke 1 KUHP. Selain itu, jaksa juga menuntut terdakwa telah bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan melawan hukum menghancukan, merusakkan, dan menghilangkan barang yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain.

"Hal itu diatur dalam pasal 406 Ayat 1 KUHP. Dan baru-baru ini, terdakwa Ferdinando Adriano telah menjalani tuntutan jaksa. Bahkan, yang bersangkutan, dituntut selama satu tahun,'' kata Panitera Muda Pidana, Pengadilan Negeri (PN) Semarang Noerma Soejatiningsih di Semarang, secara terpisah, pada Minggu (12/8/2018).

Dalam amar tuntutannya, Jaksa Aulia memerintahkan terdakwa agar tetap berada dalam tahanan. Adapun, barag bukti satu korek api kuning putih dirampas untuk dimusnahkan. Satu layar monitor 14 inch merk Wearnes dalam kondisi rusak atau pecah, satu set rak mini isi rekaman CCTV Toko Alfamart dilampirkan dalam berkas perkara.

Sidang yang dipimpin hakim PN Semarang Suranto itu, menganggap tindak pidana membakar itu membahayakan khalayak umum, yang terjadi pada Sabtu (14/4/2018) jam 12.30 WIB,di rumah terdakwa yang ada di Jalan Kakap, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara.

Terdakwa sebelum terjadi kebakaran, berulang kali mengancam akan membakar rumahnya sendiri. Dia teriak diluar rumahnya saat akan membakar tempat tingalnya.

Dengan menggunakan korek api kayu, Ferdinando membakar tempat tidur didalam rumahnya. Api membesar mengakibatkan plafon dari eternit dengan rangka kayu serta atap asbes gelombang itu terbakar.

Setelah kebakaran itu, terdakwa membangunkan isterinya yang sedang tidur, dan berkata kepada istrinya, rumah sudah dibakar olehnya.

Isteri dan anaknya langsung bangun, dan bergegas lari menyelamatkan diri. Tetangga terdakwa turut memadamkan api, hingga tiga mobil pemadam tiba untuk menghentikan api yang terus berkobar itu.

Kemudian, pada 11 November 2017 jam 18.00 WIB, terdakwa juga merusak satu set rak mini, membanting layar monitor 14 inch merk Wearnes ke meja hingga pecah.

Pelanggan didalam toko yang ramai bergegas keluar, dan sesaat kejadian karyawan menutup toko. Akibat perbuatan terdakwa, Alfamart yang ada di Jalam Kakap pun, merugi sampai dengan Rp 1, 776 juta.(hei)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved