Smart Women

Hayyu Jadi Terlatih Terapkan Disiplin

Hayyu belajar ilmu penerbangan dasar dan bertugas mengatur lalu lintas pesawat.

tribunjateng/ines ferdiana/ist
Nur Hayyu Satu-satunya Wanita Indonesia di Pelatihan Helikopter Canggih di AS. Yaitu Helikopter tempur AH-64E Apache Guardian 

TRIBUNJATENG.COM - Saat ini Nur Hayyu Safitri Puspasari sangat menikmati pekerjaannya sebagai anggota Kowad. Sejak awal pendidikan hingga sekarang ia sangat bersyukur telah masuk ke dunia militer melalui Kowad. Awalnya, ia masuk Kowad karena tidak diterima di universitas pilihannya, sehingga ia memutuskan untuk mendaftar Kowad.

“Masa yang paling berat ketika pendidikan dasar selama 5 bulan pada awal masuk Kowad. Karena mengubah sifat dan sikap dari warga sipil menjadi militer. Ingat banget waktu itu dididik menjadi tentara yang baik dan ilmu perang,” ujar penyuka tahu gimbal itu.

Nur Hayyu Satu-satunya Wanita Indonesia di Pelatihan Helikopter Canggih di AS. Yaitu Helikopter tempur AH-64E Apache Guardian
Nur Hayyu Satu-satunya Wanita Indonesia di Pelatihan Helikopter Canggih di AS. Yaitu Helikopter tempur AH-64E Apache Guardian (tribunjateng/ines ferdiana)

Setelah lulus ia mendapat pangkat Sersan Dua Kowad atau biasa disebut Serda (K). Lalu melanjutkan pendidikan kecabangan dan ditempatkan di Korps Penerbangan Angkatan Darat selama 4 bulan.

Hayyu belajar ilmu penerbangan dasar dan setelah lulus melanjutkan pendidikan spesialisasi Air Traffic Control, yang bertugas mengatur lalu lintas pesawat.

======================

Nur Hayyu Safitri Puspasari
Lahir 6 Agustus 1995
Makanan Fav : Laksa
Minuman Fav : Air Putih
Hobi : Berenang
======================

“Meskipun langit itu luas, sebenarnya tetap ada peraturan lalu lintasnya. Jadi tidak sembarangan pesawat dapat lepas landas maupun mendarat. Ada juga rute untuk pesawat penumpang, barang, maupun helikopter,” katanya.

Menurutnya, menjadi Kowad memperbaiki sikap kedisiplinan dalam keseharian. Menjadikan hidupnya lebih teratur karena memang dilatih untuk selalu tepat waktu.

Kemudian ia sebagai anggota TNI juga dilatih untuk selalu siap untuk mempertahankan keutuhan negara. Latihan-latihan tersebut yang kemudian berpengaruh ke sikap dan pribadi Hayyu. Ia selalu berusaha untuk memberikan bantuan ke orang lain yang membutuhkan bantuannya.

“Aku senang jika aku berguna bagi orang lain, meski itu hal kecil sekali pun. Misalnya mengingatkan pengendara sepeda motor yang standarnya lupa dinaikkan, sesederhana itu saja,” tambahnya. (tribunjateng/Ines Ferdiana Puspitasari)

Penulis: Ines Ferdiana Puspitari
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved