Kemenag Tetapkan 10 Dzulhijjah Jatuh 22 Agustus, Beda dengan Arab Saudi, Ini Penjelasan LAPAN

Dengan demikian, 10 Dzulhijjah 1439 H atau Idul Adha di Indonesia akan jatuh pada Rabu (22/08/2018).

Kemenag Tetapkan 10 Dzulhijjah Jatuh 22 Agustus, Beda dengan Arab Saudi, Ini Penjelasan LAPAN
Umat Islam melaksanakan salat Idul Adha di MAJT, Jalan Gajah Raya, Kota Semarang, Kamis (24/9/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Restu Trisna

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah menyelenggarakan sidang isbat dua hari yang lalu, tepatnya pada Sabtu (11/08/2018).

Dilansir dari website resmi kemenag.go.id, dari sidang isbat tersebut telah ditetapkan, 1 Dzulhijjah 1439 H jatuh pada Senin (13/08/2018).

Dengan demikian, 10 Dzulhijjah 1439 H atau Idul Adha di Indonesia akan jatuh pada Rabu (22/08/2018).

Melalui akun facebook Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Prof Dr Thomas Djamaluddin, mengungkapkan bahwa ada perbedaan hari antara di Indonesia dan Arab Saudi pada penentuan idul adha atau 10 Dzulhijjah.

"Dikabarkan Arab Saudi menetapkan hari Wukuf jatuh pada Senin (20/08/2018) dan Idul Adha di sana Selasa (21/08/2018). Sementara Pemerintah RI telah menetapkan berdasarkan sidang isbat, Idul Adha di Indonesia jatuh pada Rabu (22/08/2018). Bagaimana menyikapi perbedaan tersebut?"

Profesor Astronomi dari Kyoto University ini melanjutkan, "Pertama, kita menghargai keputusan Arab Saudi yang didasari pada hasil rukyat mereka. Secara syar'i sah. Namun, secara astronomi boleh dipermasalahkan.

Ketinggian hilal di Arab Saudi hanya sekitar 2 derajat. Hilal yang sangat tipis karena sangat dekat dengan matahari tidak mungkin mengalahkan cahaya senja (cahaya syafak). Dengan teleskop dan kamera yang paling sensitif pun belum ada bukti kesaksian hilal yang sangat rendah tersebut."

Ia menegaskan, "Kedua, di Indonesia telah disepakati bahwa Idul Adha tidak mengikuti keputusan Arab Saudi, tetapi mengikuti ketetapan awal Dzulhijjah berdasarkan rukyat dan hisab di Indonesia. Hari Arafah merujuk pada 9 Dzulhijjah, bukan merujuk tempat wukuf di Arafah."

Kemudian sambungnya, "Haramkah puasa Arafah saat Arab Saudi merayakan Idul Adha? Waktu ibadah ditentukan secara lokal, baik salat maupun puasa. Maka, tidak perlu bimbang untuk melaksanakan shaum Arafah di Indonesia pada Selasa 21 Agustus.

Kita hargai pendapat yang berbeda. Ibadah didasarkan pada keyakinan. Silakan pilih pendapat yang paling meyakinkan."

Sampai berita ini ditulis, postingan 20 jam yang lalu tersebut telah mendapatkan 379 like dan telah dibagikan sebanyak 210 kali.(rtw)

Penulis: Restu Trisna Wardani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved