Begini Tanggapan CEO PSIS Semarang Terkait Putra Daerah yang Pilih Bermain Untuk Klub Lain
Jawa Tengah terutama Kota Semarang dapat dikatakan gudangnya anak muda berbakat khususnya bidang sepak bola.
Penulis: Lita Febriani | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Lita Febriani
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jawa Tengah terutama Kota Semarang dapat dikatakan gudangnya anak muda berbakat khususnya bidang sepak bola.
Sebut saja pemain Timnas U16 yaitu Ernando Ari, Kartika Vedhayanto, Bagas dan Bagus.
Selain pemain-pemain muda tersebut adalagi pemain senior yakni Awan Setho, Ricky Fajri, Ahmad Agung, Taufiq Hidayat, Septian David dan masih banyak lagi.
Namun disayangkan mereka saat ini memilih untuk membela klub sepak bola dari daerah lain.
Menanggapi hal tersebut Yoyok Sukawi selaku CEO PSIS Semarang memiliki pandangan tersendiri.
Bagi Yoyok posisi PSIS Semarang yang tahun lalu masih berada di Liga 2 menjadi faktor beberapa pemain memilih tak perkuat timnya.
"Bukan membela klub lain sebenarnya ya, tapi PSIS itu masuk Liga 1 baru tahun ini. Kemarin PSIS di Liga 2, pemain-pemain seperti David Maulana kan ngga mau di Liga 2, masa mau dipaksa.
Adalagi Awan Setho dia mau main di Semarang tapi jadi polisi masak harus keluar dari polisi kan tidak bisa," tutur Yoyok Sukawi pada Tribunjateng.com, Selasa (14/8/2018).
Masuknya PSIS Semarang ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia disebut Yoyok menjadi satu magnet putra-putra daerah berbakat untuk bergabung.
"Nah begitu PSIS masuk Liga 1 ini jadi magnet sendiri, ayo main ke PSIS. Karena emang PSIS sudah ada di kasta tertinggi," tutup CEO PSIS Semarang tersebut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ernando-ari-sutaryadi-dan-kartika-vedhayanto_20180814_083934.jpg)