Musim Kemarau

Bendung Banjir Wilalung Kudus Hampir Kering

Dari pantauan Tribun Jateng, Selasa (4/8/2018), permukaan Sungai Wulan hampir terlihat secara keseluruhan.

Bendung Banjir Wilalung Kudus Hampir Kering
tribunjateng/Rifqi Gozali
Dari pantauan Tribun Jateng, Selasa (14/8/2018), permukaan Sungai Wulan hampir terlihat secara keseluruhan. Hampir kering 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Musim kemarau telah tiba pada puncaknya. Hal itu ditandai dengan minimnya debit air di Bendung Banjir Wilalung di Dukuh Babalan, Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan.

Dari pantauan Tribun Jateng, Selasa (4/8/2018), permukaan Sungai Wulan hampir terlihat secara keseluruhan.

Air yang mengalir memiliki ketinggian tidak lebih dari 30 sentimeter. Tanah di sekitarnya mengeras dan pecah-pecah. Sedangkan sodetan aliran Sungai Juwana tidak lagi bisa mengalir.

Hanya tersisa kubangan-kubangan air.

Sekadar diketahui, Bendung Banjir Wilalung merupakan bendungan yang membagi aliran air dari Sungai Wulan ke Sungai Lusi.

Dari keterangan operator Bendung Banjir Wilalung, Karno, kondisi seperti ini terjadi sejak Bulan Juni 2018. Sebab mulai Juni hujan tak lagi mengguyur. Semakin hari, debit air sungai kian parah.

"Debit air akan naik nanti saat hujan sudah mulai turun," kata Karno saat ditemui di lokasi bendung.

Lelaki berusi 44 tahun menjelaskan, minimnya debit di Wilalung karena sejak dua bulan belakangan tak lagi ada kucuran air dari Bendung Klambu di Grobogan.

"Sejak dua bulan lalu Klambu sudah ditutup. Tidak mengalirkan air," katanya.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved