Kasus 'Keseleo Lidah' Evie Effendi Membuat Wacana Sertifikasi Ulama Kembali Mencuat

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, KH Rafani Akhyar, mengatakan, sertifikasi mubalig bisa saja dilakukan.

Kasus 'Keseleo Lidah' Evie Effendi Membuat Wacana Sertifikasi Ulama Kembali Mencuat
Kolase Tribun Jabar
Evie Effendi 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Ramainya kasus 'keseleo lidah' Evie Effendi saat melakukan ceramah, membuat wacana sertifikasi mubalig kembali mencuat.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, KH Rafani Akhyar, mengatakan, sertifikasi mubalig bisa saja dilakukan.

Kendati demikian, ujarnya, MUI harus melibatkan pihak lain dalam melaksanakan sertifikasi tersebut.

"MUI merespons bisa saja (sertifikasi mubalig dilakukan), tetapi tidak bisa dilakukan MUI sendiri, perlu melibatkan pihak lain, seperti Kemenag, kemudian ormas Islam, mungkin juga akademisi untuk mengkaji," kata Rafani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (13/8/2018) malam.

MUI, sambungnya, tidak bisa memutuskan sesuatu oleh MUI sendiri.

Dia mencontohkan, misalnya sidang fatwa dan ijtima ulama, di mana pada ijtima ulama, tidak hanya MUI yang terlibat, tapi menghadirkan ulama dari berbagai kalangan, seperti dari perguruan tinggi.

Rafani pun mengakui, gagasan sertifikasi mubalig adalah gagasan yang bagus.

Namun, diakuinya, di tataran teknis pelaksanaan, sampai saat ini sertifikasi mubalig belum bisa dilakukan karena harus melibatkan instansi pemerintah, ormas Islam, dan para pakar.

"Gagasan itu bagus menurut kami, bukan kami menolak mubalig sekarang, mubalig sekarang juga yang perlu kita sempurnakan kita sempurnakan, yang perlu diperbaiki ya diperbaiki, tingkatkan kualitasnya, terhadap gagasan itu kami setuju," katanya.(*)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved