Petugas Gabungan Sidak Stok Garam Para Pedagang Kaki Lima di Solo

Sidak ini dilakukan untuk antisipasi peredaran garam tidak beryodium yang akhir-akhir ini beredar.

Petugas Gabungan Sidak Stok Garam Para Pedagang Kaki Lima di Solo
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Petugas sedang sidak garam di Shelter Manahan, Solo, Selasa (14/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Petugas gabungan yang terdiri dari Setda Solo, Dinas lingkungan Hidup (DLH) Solo, Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Satpol PP Solo, Dinas Sosial (Dinsos) Solo, Kodim Solo, dan Polresta Solo gelar sidak terhadap stok garam milik PKL di Solo, Selasa (14/8/2018) siang.

Sidak ini dilakukan untuk antisipasi peredaran garam tidak beryodium yang akhir-akhir ini beredar.

Seorang petugas Bagian Kesejahteraan (Kesra) Setda Solo, Tyasning Tri, mengaku kegiatan ini adalah antisipasi peredaran garam tak beryodium di masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan di sejumlah shelter, di antaranya shelter Manahan Solo.

Ia menjelaskan, efek samping apabila masyarakat mengkonsumsi garam tak beryodium cukup berbahaya.

"Selama ini garam tidak beryodium banyak beredar. Maka kami sidak ke sejunlah pasar dan langsung ke lokasi berjualan penggunanya," ujar dia.

Saat sidak dilakukan, ia menjelaskan, sejumlah contoh garam milik pedagang diambil dan diuji.

Bila ditemukan garam tak beryodium, maka segera diambil petugas dan pedagangnya diimbau membeli garam beryodium.

"Ada efek negatif yang ditimbulkan jika mengkonsumsi garam tidak beryodium. Misalnya pertumbuhan tak stabil, sering berliur dan lain-lain," ungkap dia.

Dirinya menerangkan, sidak ini terus dilakukan hingga 30 Agustus 2018.

"Sasarannya pedagang shelter maupun para pedagang pasar tradisional. Selama ini masih banyak garam tidak beryodium yang masih dijual bebas," ujar dia.

Sementara seorang pedagang shelter Manahan, Rati (40) mengaku tak mempermasalahkan adanya sidak itu. Ia mengatakan, ia selalu membeli garam beryodium untuk berjualan.

"Cukup bagus. Dengan pemeriksaan kami bisa lebih hati-hati," katanya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved