Ini 5 Fakta Mahasiswi Asal Malang Tewas Tenggelam di Jerman

Kabar duka datang dari mahasiswi asal Malang, Jawa Timur yang meninggal di Jerman.

Ini 5 Fakta Mahasiswi Asal Malang Tewas Tenggelam di Jerman
ISTIMEWA
Umi Salamah, menunjukkan foto anaknya, Shinta yang meninggal di Jerman 

TRIBUNJATENG.COM - Kabar duka datang dari mahasiswi asal Malang, Jawa Timur yang meninggal di Jerman.

Dia adalah Shinta Putri Dina Pertiwi (22), yang sedang menempuh pendidikan kedokteran forensik di Universitas Bayrreuth.

Shinta sudah di Jerman setelah lulus dari SMAN 7 Kota Malang.

Sebelum melanjutkan studi di Universitas Bayrreuth, Shinta menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Leipzig melalui jalur beasiswa.

Nah, berikut fakta meninggalnya mahasiswi asal Malang di Jerman.

1. Kronologi

Shinta dikabarkan meninggal di danau Trebgaster, Bavaria pada Rabu (8/8/2018).

Sebuah media Jerman melaporkan, Neue Presse Coburg, Shinta pergi bersama dua orang temannya untuk berenang di danau Trebgaster.

Tapi nahas, Shinta hilang sekitar pukul 13.30 waktu setempat.

2. 100 personel untuk pencarian

Sebanyak 100 personel tim rescue dikerahkan untuk pencarian.

Meski dengan alat canggih seperti sonar deteksi, hingga kapl selam mini jasad Shinta sulit ditemukan.

Tim itu kesulitan mencari Shinta karena luas danau yang panjangnya mencapai 680 meter dan lebar 220 meter.

Hingga akhirnya pada Jumat (10/8/2018), Shinta ditemukan mengambang tak bernyawa oleh tim penolong itu.

3. Hasil otopsi

Hasil otopsi meninggalnya Shinta disebut murni kecelakaan.

Pihak keluarga menerima informasi pada Selasa (14/8/2018) siang dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman.

"Shinta murni tenggelam kata Mbak dari PPI. Kamis atau Jumat insya Allah jenazah tiba," ujar Umi Salamah, ibu kandung Shinta, Selasa (14/8/2018) dikutip dari TribunJatim.com.

Keluarga sudah mulai mengikhlaskan kepergian Shinta.

Usai hasil otopsi keluar, jenazahnya segera dipulangkan ke Indonesia.

Jenazah mahasisiwi asal Malang itu diperkirakan tiba pada kamis atau Jumat.

4. Pemulangan jenazah sempat terkendala

Kepulangan jenazah Shinta yang menonggal di Jerman awalnya menemui kendala.

Sebab, biaya kepulangan Shinta harus ditanggung oleh keluarga bukan negara.

Kabar itu didapat pihak keluarga dari Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri (Kemenlu).

"Sebelumnya kami diberitahu, (biaya) pemulangan Shinta ditanggung oleh negara, tapi siang tadi dikabari tidak ditanggung," ujar Umi Salamah, Senin (13/8/2018).

Umi sempat diberi harapan oleh Kemenlu kalau biaya kepulangan bisa ditanggung negara.

Namun syaratnya harus menyertakan surat keterangan tidak mampu.

Umi lantas menolak persyaratan itu karena ia merasa mampu.

Pihak keluarga juga lebih memilih membuka donasi lewat kitabisa.com.

5. Akan wisuda

Shinta yang sudah 5 tahun di Jerman ternyata akan wisuda.

"Dia sudah lima tahun di Jerman. Desember ini mau wisuda," kata Umi Salamah dikutip dari Kompas.com.

Selain itu, Shinta juga berencana akan menikah dengan pasangannya sebelum akhirnya akan berangkat ke Jerman lagi untuk melanjutkan studinya.

"Rencana pulang mau menikah, terus kembali ke sana untuk melanjutkan kuliah," kata Umi.

Di Jerman, Shinta dikenal aktif di PPI.

Shinta juga sering menemani Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berkunjung ke Jerman. (Arif Budi Setyanto/Grid.ID)

Editor: galih permadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved