APBN 2019 Sekitar Rp 2.439 Triliun, Belanja Negara Diarahkan untuk . . .

Jokowi menambahkan, dengan target tersebut pemerintah bakal meningkatkan kualitas belanja negara dan juga fokus dalam memacu perekonomian.

APBN 2019 Sekitar Rp 2.439 Triliun, Belanja Negara Diarahkan untuk . . .
kompas.com
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kanan) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (pertama kanan) berpose usai menghadiri sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 73. (KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah menargetkan belanja negara mencapai Rp 2.439,7 triliun di dalam RAPBN.

Target tersebut merupakan 15 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Jumlah tersebut 10 persen lebih tinggi dari perkiraan realisasi belanja negara di tahun 2018 atau meningkat 37,3 persen jika dibandingkan dengan belanja negara di tahun 2014, sebesar Rp 1.777,2 triliun," kata Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dalam Rapat Paripurna RAPBN 2019 di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Jokowi menambahkan, dengan target tersebut pemerintah bakal meningkatkan kualitas belanja negara dan juga fokus dalam memacu perekonomian.

Agar mampu menciptakan kesejahteraan rakyat yang adil dan merata, maka belanja negara pada 2019 mendatang akan diarahkan pada upaya penguatan program perlindungan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, dan penguatan desentralisasi fiskal.

Pemerintah, kata Jokowi, terus berkomitmen untuk memberikan jaminan perlindungan sosial, khususnya bagi 40 persen penduduk miskin.

Hal itu tercermin atas peningkatan target penerima bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Pada 2018, pemerintah menyalurkan anggaran untuk 92,4 juta penerima bantuan JKN dan 10 juta keluarga penerima manfaat PKH.

"Pada tahun 2019, Pemerintah akan memperkuat Program Keluarga Harapan melalui peningkatan besaran manfaat 100 persen dengan target sasaran 10 juta keluarga penerima manfaat. Selain itu, Pemerintah juga akan meningkatkan jumlah penerima bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi 96,8 juta jiwa," terang Jokowi.

Untuk semakin memperbaiki kualitas sumber daya manusia sesuai dengan amanat konstitusi, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari belanja negara.

"Pada tahun 2019, anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp 487,9 triliun, meningkat 38,1 persen dibandingkan realisasi anggaran pendidikan di tahun 2014 atau sekitar Rp 353,4 triliun," tutur Jokowi.

Adapun belanja negara untuk pendidikan tersebut bakal diarahkan untuk beasiswa kepada 201,1 juta siswa melalui Program Indonesia Pintar dan 471,8 ribu mahasiswa melalui beasiswa bidikmisi.

Selain itu, belanja negara untuk pendidikan pada 2019 nanti akan diarahkan untuk memperkuat program BOS bagi 57 juta siswa, meningkatkan kualitas guru PNS dan non-PNS melalui tunjangan profesi, dan percepatan pembangunan dan rehab sekolah.
"Selain itu, juga ditujukan untuk membangun 1.407 ruang praktik SMK dan bantuan pelatihan/sertifikasi 3.000 mahasiswa, memperkuat program vokasi yang lebih masif dan terintegrasi lintas kementerian, serta pembangunan sarana kelas dan laboratorium di 1.000 pesantren," ucap Jokowi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "RAPBN 2019 Ditargetkan Rp 2,439,7 Triliun", 

Editor: iswidodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved