Mahasiswa Undip Buat Inovasi Kerupuk Daun Kelor di Desa Sarirejo, Kendal

Warga desa Sarirejo yang banyak berprofesi sebagai pengrajin Kerupuk dijadikan sasaran para mahasiswa Undip itu untuk menerapkan inovasi tersebut

Mahasiswa Undip Buat Inovasi Kerupuk Daun Kelor di Desa Sarirejo, Kendal
Istimewa
Mahasiswi KKN Undip menunjukan kemasan kerupuk daun kelor. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Siapa sangka selain menyehatkan, ternyata daun kelor bisa dijadikan bahan dasar pembuatan kerupuk. Hal itulah yang tengah diinovasikan oleh TIM KKN Universitas Diponegoro (Undip) di desa Sarirejo, Kaliwungu.

Warga desa Sarirejo yang banyak berprofesi sebagai pengrajin Kerupuk dijadikan sasaran para mahasiswa Undip itu untuk menerapkan inovasi tersebut.

Seorang anggota tim KKN Undip, Nindia Putri Parahita menjelaskan di desa Sarirejo di desa Sarirejo, produk yang paling banyak diburu adalah kerupuk goreng pasir. Menurutnya jika daun kelor dijadikan bahan dasar membuat kerupuk maka akan membuat kerupuk goreng pasir menjadi lebih menyehatkan.

"Selama ini daun kelor dikenal menyehatkan dan dapat menurunkan kandungan gula dalam darah, disisi lain kerupuk kere (goreng pasir) sendiri menjadi cemilan favorit masyarakat indonesia. Jadi perpaduan dua itu dapat menciptakan cemilan sehat," ujarnya, Kamis (16/8)

Nindia menjelaskan prosesnya tak berbeda jauh dengan membuat kerupuk pada umumnya. Yakni hanya dengan mencampurkan jus dari daun kelor dengan adonan tepung kanji yang merupakan bahan dasar pembuatan kerupuk.

"Sebelum dicampurkan, terlebih dahulu diberikan bumbu. Selanjutnya di kukus dan dipotong menjadi lembaran untuk di keringkan dibawah terik matahari," jelas Nindia

Ia mengatakan produk kerupuk kelor tersebut terdapat dua varian rasa yakni rasa daging ikan bandeng dan rasa bawang. Nama produknya pun juga mengikuti dari varian rasanya tersebut.

"Untuk menarik pembeli, kerupuk tersebut diberi nama yaitu Kerupuk Balor yaitu kerupuk Bandeng Kelor, dan kerupuk Bawang Kelor," terangnya

Selain itu tim KKN juga memberikan pelatihan pentingnya perwajahan masyarakat desa untuk mengenalkan potensi desa Sarirejo ke tingkat kabupaten bahkan mendunia.

Eko Doni, Seorang Perangkat Desa Sarirejo menuturkan bahwa pelatihan perwajahan desa sangatlah diperlukan terlebih mengenalkan UMKM di desanya.

"Perlu juga UMKM mengenal namanya media sosial untuk mengenalkan produk mereka ke khalayak permai," pungkasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved