Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Puluhan Siswa SMP di Tegal Bawa Batu dan Gir, Diduga Hendak Tawuran

Ulah ratusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Tegal membuat geleng- geleng kepala.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
Dok Polsek Sumurpanggang
Anak- anak SMP yang diketahui hendak tawuran diamankan dan diberikan sanksi buka baju oleh pihak kepolisian. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Ulah ratusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Tegal membuat geleng- geleng kepala.

55 anak diamankan karena kedapatan membawa batu-batu dengan ukuran segenggam tangan dan didapati juga sabuk dengan kepala gir sepeda motor di tas mereka.

Sementara, puluhan siswa lainnya kabur ketika hendak diamankan personel Polsek Sumurpanggang Polres Kota Tegal.

Diduga bocah- bocah ingusan tersebut hendak tawuran.

Kapolsek Sumurpanggang, Kompol Agus Endro Wibowo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menceritakan kronologinya.

"Sekitar pukul 10.00 WIB, jajaran Polsek Sumurpanggang melaksanakan giat patroli ke pemukiman warga untuk mengantisipasi tindak kriminalitas. Sekitar pukul 11.00 WIB, di Jalan Abdul Syukur Kecamatan Margadana didapati ratusan anak SMP sedang berkumpul," kata Agus Endro, Kamis (16/8/2018).

Kapolsek pun menginstruksikan anggota untuk berhenti untuk menanyakan kepada anak- anak sekolah tersebut.

Ketika petugas turun dari mobil, para pelajar SMP itu lari kalang kabut dan berpencar ke berbagai arah.

"Sebagaian anak sekolah tersebut diamankan. Ketika tas mereka diperiksa, terdapat batu dan gir. Kami pun membawa mereka ke Mapolsek Sumurpanggang menggunakan kendaraan yang ada," jelasnya.

Kapolsek mengatakan ratusan siswa itu dari SMP negeri dan MTS di Kabupaten Tegal.

Mereka diduga hendak menyerang siswa SD yang berbeda sekolah yakni SMP 18 Kota Tegal yang ada di Jalan Abdul Syukur.

Beruntung, aksi tersebut dapat dicegah pihak kepolisian.

"Dari keterangan beberapa anak, mereka mengaku tidak akan melakukan penyerangan terhadap siswa SMP lain. Namun, hendak bertamu dan berteman," ucap kapolsek.

Setelah dikumpulkan di mapolsek, siswa- siswa tersebut diberikan pembinaan dari pihak kepolisian agar tidak mengulangi kejadian serupa. Nama- nama mereka juga dicatat.

Petugas kemudian memanggil pihak sekolah.

"Sudah kami serahkan kepada pihak sekolah. Pembinaan juga kami berikan agar mereka jera. Polsek asal tempat sekolah yang terlibat juga tadi sudah kami panggil untuk berkoordinasi agar melakukan pembinaan dan pencegahan," tandasnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved