Rumah Babah Djiaw di Rengasdengklok Karawang, Saksi Bisu Sejarah Jelang Proklamasi Kemerdekaan

Peristiwa yang kini dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta yang dilakukan pemuda pada 16 Agustus 1945.

KOMPAS.COM/JONATHAN ADRIAN
Rumah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat 

TRIBUNJATENG.COM - Nama Djiauw Kie Siong hampir tidak pernah disebut dalam buku-buku sejarah kemerdekaan Indonesia.

Babah Djiaw (begitu ia biasa dipanggil) merupakan petani yang tinggal di pinggir Sungai Citarum, daerah Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

Ia memang tidak berperan apa-apa dalam perjuangan kemerdekaan sampai saat rumahnya digunakan sebagai tempat penyusunan teks proklamasi.

Peristiwa yang kini dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta yang dilakukan oleh pemuda kelompok Menteng 31 pada 16 Agustus 1945.

Kedua tokoh ini dibawa ke markas tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Rengasdengklok.

Setelah memperoleh kesepakatan, kedua tokoh ini dibawa ke wilayah yang agak jauh dari rumah warga.

Di sinilah Babah Djiauw berperan.

Rumah yang ia miliki kemudian dijadikan tempat penyusunan teks proklamasi.

Saat itu Babah Djiauw yang tidak kenal dengan Soekarno-Hatta memilih pergi bersama anak-anaknya dan membiarkan kediamannya digunakan sebagai tempat penyusunan proklamasi.

Awalnya, teks proklamasi akan dibacakan langsung di tempat ini juga.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved