Breaking News:

Rumah Babah Djiaw di Rengasdengklok Karawang, Saksi Bisu Sejarah Jelang Proklamasi Kemerdekaan

Peristiwa yang kini dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta yang dilakukan pemuda pada 16 Agustus 1945.

Editor: abduh imanulhaq
KOMPAS.COM/JONATHAN ADRIAN
Rumah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat 

Upacara penaikan bendera sudah diadakan.

Pembacaan batal karena kedatangan Ahmad Subardjo yang mengundang Soekarno-Hatta membacakan teks di Pegangsaan Timur.

Akhirnya teks proklamasi dibacakan tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Babah Djiauw wafat tahun 1964.

Bagian depan rumahnya dipindahkan ke wilayah Kali Jaya, Rengasdengklok untuk menghindari abrasi sungai.

Kamar tempat Soekarno dan Hatta menginap masih terjaga dengan baik.

Namun kasur yang digunakan Soekarno saat itu sudah dipindahkan ke Museum Tentara di Bandung atas perintah Mayjen Ibrahim Adjie yang saat itu menjabat Panglima Divisi Siliwangi.

Monumen Kebulatan Tekad di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat
Monumen Kebulatan Tekad di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat (KOMPAS.COM/JONATHAN ADRIAN)

Sementara markas PETA sendiri sudah dibongkar.

Di lahan itu dibangun Monumen Kebulatan Tekad.

"Ini dibangun tahun 1950-an, seharga 17.500 rupiah," ujar Idris pemandu lokal. (kompas.com/jonathan andrian)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saksi Bisu Teks Proklamasi di Rengasdengklok"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved