Kasus Penipuan

Eksepsi Mutiara Ayu Ditolak Hakim PN Semarang

Ketua Majelis Hakim PN Semarang, Manungku Prasetya, menolak nota keberatan atau eksepsi, yang diajukan oleh Mutiara Ayu.

Eksepsi Mutiara Ayu Ditolak Hakim PN Semarang
tribunjateng/hesty imaniar
Mutiara Ayu Santara, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp 229 juta yang merugikan Siti Kholifah, alias Fafa mulai menjalani sidang perdananya, pada Selasa (31/7/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Majelis Hakim PN Semarang, Manungku Prasetya, menolak nota keberatan (eksepsi), yang diajukan oleh terdakwa tindak penipuan dan penggelapan senilai Rp 229 juta, yakni, Mutiara Ayu.

Hakim Manungku, sendiri menyatakan, eksepsi terdakwa tidaklah mendasar, dan memang harus ditolak oleh Hakim Manungku.

Hakim Manungku memerintahkan agar, persidangan bisa dilanjutkan pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi.

"Dengan ini, mengadili, dan menolak eksepsi terdakwa, dan sidang agar dilanjutkan, serta memerintahkan jaksa untuk memanggil saksi untuk diperiksa," katanya, Kamis (16/8/2018).

Hal itu, berdasarkan pada surat dakwaan Jaksa Rielki DJ Palar telah termuat urain perbuatan terdakwa, bahkan sudah menyampaikan lokasi terjadinya kejadian tersebut.

"Dan hal itu, sudah sesuai dengan syarat 114 KUHAP," bebernya.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Jumat (17/8/2018), disebutkannya, Hakim Ketua Manungku tersebut, menilai hal dakwaanya, telah masuk ke dalam rangkaian pokok perkara.

"Kami pun siap, menghadirkan saksi yang akan diperiksa di persidangan kedepan, yakni Selasa 21 Agustus besok," jelasnya.

Tindak pidana tersebut, berawal dari saat Mutiara Ayu Santara, yang memiliki hutang, kepada korban Fafa, senilai Rp 57 juta. Namun, ketika ditagih oleh Fafa, Mutiara mengaku tidak memiliki uang, untuk membayar hutang ke Fafa.

Beberapa waktu kemudian, Fafa pun kembali menagih hutang ke Mutiara, namun Mutiara mengatakan, bisa membayar hutang ke Fafa, asalkan Fafa meminjamkan uang kepada Mutiara kembali.

Uang tersebut, akan dipergunakan Mutiara untuk menjadi modal usaha menjual handphone, yang dipesan oleh temannya Mutiara, yakni David Hariston alias Uda Dave.

Terdakwa juga menjanjikan, akan membagi keuntungan, dan modal akan dikembalikan ke Fafa. Dengan iming-iming tersebut, Fafa pun kembali meminjamkan uang kembali ke Mutiara. Hingga mencapai total Rp 229 juta uang yang dipinjam dan tidak dikembalikan oleh Mutiara.

Bahkan, Uda Dave pun, mengaku ke Fafa tidak memesan handphone, yang seperti disampaikan Mutiara ke Fafa. Melainkan, berdasarkan pengakuan Uda Dave, Mutiaralah, yang menawarkan handphone itu ke Uda Dave.(*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved