Supriyadi: Semarang Gudang Atlet Tapi Minim Infrastruktur

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menyoroti minimnya fasilitas olah raga yang ada di Kota Semarang.

Supriyadi: Semarang Gudang Atlet Tapi Minim Infrastruktur
tribunjateng/dok
Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menyoroti minimnya fasilitas olah raga yang ada di Kota Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menyoroti minimnya fasilitas olah raga yang ada di Kota Semarang. Padahal, banyak atlet dari Kota Semarang yang mempunyai prestasi hingga tingkat nasional. Yang terbaru, dua pemain sepakbola timnas U-16, yang berhasil mengantarkan Indonesia juara Piala AFF 2018.

Meski menjadi gudang atlet, kata Supriyadi, insfrastruktur olahraga di Kota Semarang hingga kini belum memadai. Karenanya, ia meminta Pemkot Semarang untuk membuat stadion yang bisa dipergunakan untuk berbagai cabang olahraga.

"Meski gudangnya atlet, tapi lihat apakah ada sarana prasarana yang memadai? Belum ada," katanya, Jumat (17/8/2018).

Sebagai Ketua DPRD yang sekaligus Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Semarang, Supriyadi menyatakan, siap memberikan dukungan kepada Pemkot guna merealisasikan pembangunan stadion tersebut.

Ia menuturkan, satu-satunya stadion milik Pemkot Semarang yaitu Stadion Citarum. Akan tetapi, kondisi stadion tersebut tidak layak untuk dipakai pertandingan sekelas nasional sekalipun.

"Tentunya ini perlu sinergi antara Wali Kota dengan DPRD untuk memiliki stadion yang memadai. Tidak hanya dompleng milik provinsi. Kami minta tahun depan untuk dianggarkan pembangunan stadion," jelasnya.

Sebagai gudang atlet, lanjutnya, Pemkot Semarang perlu melengkapi berbagai sarana olahraga yang ada di tingkat Kecamatan. Hal itu sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) yang menyebutkan 16 kecamatan di Kota Semarang harus punya sport center.

"Tapi saat ini kebanyakan malah untuk taman. Tentunya amanat Perda harus dilaksanakan. Sehingga targetnya itu membuat sport center di 16 Kecamatan," terangnya.

Supriyadi menyarankan Pemkot Semarang membangun fasilitas olahraga di Mijen karena memiliki lahan yang sangat luas. Dari sepengetahuannya, Pemkot memiliki aset lahan sekitar 49 hektare. Dari luasan tersebut, 20 hektar di antaranya sudah terpakai.

"Kalau ini jadi, nantinya bisa jadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat, terutama Kota Semarang. Karena sepak bola ini olahraga yang merakyat, olahraga yang dicintai hampir seluruh masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Gurun Risyadmoko menyatakan, mendukung atas usulan pembangunan stadion di daerah Mijen dari legislatif. Hanya saja, prosesnya tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat tapi harus secara bertahap.

"Pak Wali sudah merencanakan bertahap, stimulan. Pertama, membangun arena roadrace, ada lahan lagi tadi ketua dewan menghendaki dibuat stadion sepak bola," katanya.

Prinsipnya, katanya, pihaknya sepakat dengan usulan tersebut yang nantinya perlu ditindaklanjuti dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan pengucuran anggaran secara bertahap.

"Ya, nanti kan harus dibuat DED dulu, pembangunannya juga harus multiyears. Fokus kami terdekat, penyelesaian lapangan Tri Lomba Juang. Sebelah kanan ada lahan kosong yang bisa dipakai untuk lapangan voli," tuturnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved