Kearifan Lokal Perlu Dilestarikan, Yuk Intip Gaya Deklamasi Sastra Tegalan

Sedangkan Sudoro, yang mewakili Plt Walikota Tegal memaparkan bahwa Sastra tegalan juga secara sadar harus dilestarikan

Kearifan Lokal Perlu Dilestarikan, Yuk Intip Gaya Deklamasi Sastra Tegalan
Tribun Jateng/Akhtur Gumilang
Saat saresehan sastra Tegalan di Ruang Audio Visual Perpustakaan Mr. Besar Martokoesoemo Dinas Kerarsipan dan Perpustakaan Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (18/8/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Balai Bahasa Jawa Tengah bekerjasama dengan Komunitas Sastra Wadah kata Tegal menggelar Saresehan Sastra Tegalan di Ruang Audio Visual Perpustakaan Mr. Besar Martokoesoemo Dinas Kerarsipan dan Perpustakaan Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (18/8/2018).

Hadir dalam kegitan tersebut, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Tegal Wiluyo, Komite Sastra Dewan Kesenian Kota Tegal, Mamet Bramanti dan Perwakilan Plt. Wali Kota Tegal yakni  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sudoro

Dengan menghadirkan Yono Daryono dan Tri Mulyono sebagai narasumber, peserta diajak untuk memahami jenis dari sastra Tegalan dan bagaimana bentuk ekspresi yang dituangkan dalam bentuk karya, baik karya puisi Tegalan, wangsalan, cerita Tegalan dan karya lainnya.

Dalam hal ini, Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Tirto Suwondo mengapresiasi kegiatan Saresehan Sastra Tegalan.

Menurut Tirto, dengan adanya saresehan sastra tegalan ini dapat terlestarikan dan bukan menjadi hal yang aneh di kalangan dunia pendidikan atau di masyarakat.

"Melainkan bentuk jati diri suatu daerah untuk terus melestarikan kearifan lokal dalam bentuk bahasa daerah,’’ ujar Tirto kepada Tribunjateng.com.

Sedangkan Sudoro, yang mewakili Plt Walikota Tegal memaparkan bahwa Sastra tegalan juga secara sadar harus dilestarikan sebagai percakapan sehari-hari saja.

‘’Bentuk ekspresi sebuah karya sastra Tegalan di dalam masyarakat dapat berbentuk tulisan dan bahan bacaan sastra Tegalan. Sehinga sastra tegalan mampu dinikmati, berbentuk karya yang akhirnya masyarakat mampu sadar dan selalu melastarikan sastra Tegalan,’’ ungkapnya.

Salah satu contoh bentuk deklamasi dari sastra Tegalan berupa puisi dihadirkan oleh seniman asal Tegal yakni Apas Khafasi yang juga membuat penasaran para peserta saresehan.

'’Dal...dikadali...dikadalai, kong....dibokongi...Politik kue..(dibohongi....dibohongi.. .. politik itu),’’ ujar Apas dalam deklamasinya.

Apas berpendapat bahwa sastra tegalan yang memang berasal dari bahasa Tegal asli, bukan hasil alih bahasa dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Tegal.

"Sastra tegalan memiliki estetika yang sangat berbeda dalam mengeksprsikan sebuah karya," kata Apas.(*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved