Pembatasan Impor bakal Jadi Sentimen Positif Emiten Kertas

Rencana pembatasan impor yang dilakukan oleh pemerintah terhadap 500 komoditi merupakan sebuah kebijakan yang tepat.

Pembatasan Impor bakal Jadi Sentimen Positif Emiten Kertas
youtube
ilustrasi kertas gelondongan untuk koran cetak 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kebijakan pemerintah membatasi impor diprediksi akan memberikan sentimen positif bagi emiten-emiten di sektor kertas, plastik, kayu, kelapa sawit dan petrokimia.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, rencana pembatasan impor yang dilakukan oleh pemerintah terhadap 500 komoditi merupakan sebuah kebijakan yang tepat.

"Pembatasan impor tersebut berbarengan dengan pelemahan rupiah, namun bisa menjadi langkah yang tepat untuk memangkas defisit neraca dagang," terang Nafan, Minggu (19/8).

Kebijakan itu menurutnya patut diapresiasi oleh para pelaku pasar sebab memberikan sentimen positif bagi sejumlah emiten di sektor plastik, kertas, kayu, kelapa sawit, dan petrokimia.

"Kebijakan yang akan diterapkan pemerintah ini berpotensi untuk meningkatkan pendapatan maupun laba bersih dan pergerakan saham emiten-emiten tersebut," lanjutnya.

Dari sisi saham, Nafan merekomendasikan untuk beli saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Dijelaskannya, BRPT boleh dibeli dengan target harga jangka panjang di level Rp 2.120 per saham. TKIM boleh dibeli dengan target harga jangka panjang di level Rp 19 ribu per saham.

Demikian juga dengan LSIP dengan target harga jangka menengah di level di level Rp 1.510 dan jangka panjang di level Rp 1.650 per saham. Untuk AALI dengan target harga jangka panjang di level Rp 15 ribu per saham.

Sedangkan Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, pembatasan impor menyebabkan produk-produk di sektor terkait akan lebih terserap dan meminimalisir risiko persaingan produk dalam negeri. "Jadi memang positif dampaknya bagi emiten plastik, kertas, kayu, kelapa sawit, dan petrokimia," jelasnya kemarin.

Dari sisi saham, William merekomendasikan saham dari sektor perkebunan kelapa sawit seperti LSIP dan AALI. William menargetkan LSIP di harga Rp 1.500 per saham.

Sedangkan AALI boleh dibeli dengan harga Rp 14 ribu per saham hingga akhir tahun. "Target tersebut diprediksi paling lama akhir tahun ini," terang dia. (tribunjateng/Kontan)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved