Pemkot Solo Terapkan Cash Register di Warung-warung

Menurut Herman, apabila di warung di Solo tak dipasang cash register, maka berpotensi mengurangi potensi pajak

Pemkot Solo Terapkan Cash Register di Warung-warung
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Yosca Herman (kiri) saat launching cash register di warung di Soto Hj. Fatimah, Solo, Senin (20/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemkot Solo maksimalkan penarikan pajak dari warung-warung makan di pinggir jalan Kota Bengawan. Sebab saat ini sejumlah warung di Solo terlihat biasa tetapi punya omzet atau pemasukan yang tinggi.

Maka untuk mengoptimalkan potensi penerimaan pajak di sektor tersebut, serta menambah pendapatan asli daerah (PAD), Pemkot Solo memasang cash register. Yaitu peralatan serupa tablet yang dihubungkan via internet yang dipasang di warung.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Yosca Herman Soedrajad saat peresmian pemasangan cash register di Soto Hj. Fatimah, Senin (20/8/2018) mengatakan, lewat alat ini, transaksi di warung dapat terpantau.

"Warung yang punya pemasukan melebihi restoran, kafe dan hotel ini banyak di Solo. Salah satunya Soto Hj Fatimah, Gading, Sate Manto, Hj Bejo dan lain-lain. Kita hitung ada 40-an, omzetnya luar biasa," katanya.

Menurut Herman, apabila di warung di Solo tak dipasang cash register, maka berpotensi mengurangi potensi pajak. Hal itu, lanjutnya, berbeda dengan hotel, restoran, kafe hingga tempat parkir yang telah dipasang Terminal Monitoring Device (TMD).

"Untuk sekarang ada lima titik yang dipasang yakni Soto Fatimah, Sop Pak Min Gading, RM Ramayana, Sate Manto dan Sate Hj Be. Selanjutnya secara berkala kita pasang lagi di beberapa kawasan lain," urainya.

Herman mengatakan, lewat alat itu Pemkot dapat terus memantau transaksi secara real time sehingga besaran potensi pajak yang harus dibayar tak jauh dari pemasukan yang didapat warung setempat.

Kasi Pendaftaran dan Pendataan BPPKAD Solo, Hanggo Henry menjelaskan, pemasangan cash register merupakan wujud Pemkot Solo menggenjot pendapatan daerah dari sektor pajak.

Ia menilai omzet harian sejumlah warung makan pinggiran sederhana di Solo lebih besar dari restoran dan kafe.

"Warung selat, soto, maupun sate di sejumlah tempat itu besar. Tapi peraturan perpajakan masih minim," papar dia.

Ia menjelaskan BPPKAD Solo akan memperketat penghitungan dan pengawasan terhadap wajib pajak, khususnya warung makan favorit di Solo. Yakni dengan cara cash register di kasir warung.

"Kita bagikan secara gratis cash register ini ke warung-warung di Solo yang punya potensi ramai," jelasnya.

Disinggung terkait sosialisasi, ia memaparkan hal tersebut sudah dilakukan. Hanggo berharap kesadaran pemilik warung juga tinggi demi meningkatnya potensi pajak. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved