Seniman Amerika dan Eropa Ramaikan Parade Seni Budaya Jateng di Pemalang
Acara puncak Pesta Rakyat Jateng dalam rangka memeriahkan HUT ke-68 Jateng di Pemalang ditutup dengan acara Parade Seni Budaya Jateng
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM,PEMALANG - Acara puncak Pesta Rakyat Jateng dalam rangka memeriahkan HUT ke-68 Jateng di Pemalang ditutup dengan acara Parade Seni Budaya Jateng.
Parade Seni Budaya diikuti 35 kabupaten dan kota se-Jateng yang diselenggarakan di Alun Alun Kabupaten Pemalang dari pukul 19.30- 23.30 WIB, Senin (20/8/2018) malam.
Selain 35 kelompok seni kabupaten/ kota, juga ada penampilan Wayang Semar raksasa yang terbuat dari ratusan kulit kerbau dari Sanggar Gogon Surakarta.
Lalu, drumband pembuka dari para taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.
Yang menarik perhatian, acara juga dimeriahkan seniman dari beberapa negara di Eropa dan Amerika. Mereka tampil sebagai pembuka Parade Seni Budaya Jateng.
Seniman dari Hungaria, Argentina, dan Meskiko menampilkan tarian dan melantunkan sejumlah lagu khas negaranya.
Seniman Hungaria, tampil dengan lagu-lagu rakyat Hungaria. Di dalam pertunjukan, mereka menggunakan alat musik khas.
Para penyanyi yang akan tampil Agnes Gyorfi, Dora Gyorfi Krisztina Bogo, dan Dolly Nofer.
Untuk seniman Argentina, mempertunjukan tari Zamba dan Chararera, dengan menampilkan Kristina Bogo dan Malena Mattos. Tarian tersebut menggambarkan pasangan sejoli yang tengah dilanda asmara.
Meskipun yang menampilkan dua wanita, namun seorang wanita berdandan layaknya pria dengan kumis tipis dan topi.
Berikutnya, lantunan lagu dan petikan gitar khas Meksiko. Mereka menyanyikan lagu-lagu dari Suku Za Provinsi Oahaka, Meksiko Selatan.
"Jarang- jarang ada acara ini di Pemalang. Apalagi bisa lihat bule nyanyi dan menari," kata seorang warga Petarukan, Pemalang, Zunaldi Afan (24) yang menonton acara Parade Budaya Jateng itu.
Ia mengharapkan Pemkab Pemalang dan Pemprov Jateng sering mengadakan acara serupa.
"Acara kaya gini seharusnya jangan hanya setahun sekali. Namun sering, agar anak- anak muda tahu budayanya mereka," ujarnya.
Meskipun ada kesalahan teknis berupa volume suara dari alat musik yang tak keluar, namun penampilan seniman asing itu mampu menghipnotis warga yang memenuhi setiap sudut Alun Alun Pemalang.
Tepuk tangan keras terdengar usai para seniman luar negeri itu membungkukan badan setelah penampilan mereka rampung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seniman-asal-meksiko_20180821_113451.jpg)