musim kemarau

53 Sumur Produksi Milik PDAM Kudus Alami Penyusutan Debit

Sebanyak 53 sumur produksi milik Perusahaan Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus mengalami penyusutan debit.

53 Sumur Produksi Milik PDAM Kudus Alami Penyusutan Debit
TRIBUNJATENG/YAYAN/dok
Direktur PDAM Kudus, Achmadi Syafa 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sebanyak 53 sumur produksi milik Perusahaan Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus mengalami penyusutan debit.

Namun menurut Direktur Utama PDAM Kabupaten Kudus Achmadi Syafa' kondisi tersebut belum sampai mengurangi ketersediaan air baku setiap bulannya mencapai 750.000 kubik.

"Dari semua sumur produksi, delapan di antaranya harus menurunkan pompa sampai 60 meter di bawah permukaan tanah. Mungkin akan bertambah jumlah pompa yang harus diturunkan jika debit di sejumlah sumur lain terus menyusut," kata Ahmadi, Rabu (22/8/2018).

Adanya penurunan pompa, kata dia, akan ada air yang terbuang karena adanya pengurasan. Selain itu permbersihan pada kerak dan saringan pipa.

Adanya pembuangan air, jelas berimbas pada upaya penurunan tingkat kebocoran atau New Revenue Water (NRW). Pada tahun ini, tingkat NRW dipatok maksimal 21 persen.

"Dengan adanya gangguan sumur produksi, jelas menghambat upaya menekan NRW. Semester pertama tahun ini rata- rata NRW 21,76 persen," tuturnya.

Namun pihaknya tetap optimistis, hingga akhir 2018 target maksimal NRW terpenuhi. Bahkan realisasi diharapkan mendekati ketentuan yang disyaratkan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum maksimal 20 persen.

Lebih lanjut Achmadi mengatakan, jika kali ini baru delapan pompa yang diturunkan sampai pada batas terendah, tiga tahun lalu justru malah mengalami hal yang lebih parah.

"Tiga tahun lalu malah 12 pompa yang diturunkan sampai pada batas terendah karena debitnya berkurang drastis," katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved