Malam Idul Adha, Untag Gelar Pagelaran Wayang Kulit Semar Mbangun Kayangan

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sri Puryono mengatakan, pagelaran wayang sebagai tontonan sekaligus tuntunan di malam Idul Adha.

Malam Idul Adha, Untag Gelar Pagelaran Wayang Kulit Semar Mbangun Kayangan
Tribun Jateng/Alaqsha Gilang Imantara
Potong Tumpeng - Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sri Puryono, memotong tumpeng sebagai tanda dibukanya pagelaran Wayang Kulit di lapangan Olahraga Untag Semarang, pukul 20.30, Selasa (21/8/2018).   

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Malam Idul Adha identik dengan melantunkan takbir di masjid atau keliling kampung dengan mobil bak terbuka membawa obor maupun kentongan. Hal berbeda ditemui di Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag) Semarang.

Untag menggelar pagelaran wayang kulit saat malam takbiran di lapangan olahraga Untag pukul 20.00 WIB, Selasa (21/8/2018).

Dihadiri oleh 450 orang dari pejabat pemerintah provinsi, pemerintah kota, dosen-dosen Untag maupun sekitarnya, dan mahasiswa-mahasiswi Untag.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono mengatakan, pagelaran wayang malam ini sebagai tontonan sekaligus tuntunan di malam Idul Adha.

Nilai-nilai yang terkandung yaitu menjaga integritas, berbuat baik, dan bisa diterapkan dalam norma kehidupan sehari-hari.

"Pagelaran ini sekaligus sebagai hiburan dengan mengambil tema Semar Mbangun Kayangan. Semar Mbangun Kayangan mempunyai makna bahwa setelah kayangan itu morak marik karena kelakuan dewa yang tidak baik," ujar Puryono, Selasa malam (21/8/2018).

Dia menambahkan, tokoh dewa itu ingin menang sendiri, ingin berkuasa sendiri, adigang-adigung adiguna, muncul di situlah Semar sebagai seorang penyelamat untuk membangun kayangan kembali.

"Lakon Semar wayangan mempunyai filosofi yang luar biasa. Kejahatan dan ketamakan setelah sang pamong muncul. Di pentaskan oleh dalang profesional Sigit Ariyanto dari Rembang dan Sinden yang didatangkan dari Cilacap," ungkap tenaga pengajar Untag itu.

Dia berharap bahwa negeri kita ini harus terus membangun, terus membangun dan membangun. Untag merupakan universitas perjuangan dan universitas Nasional. Untag memegang peranan terpenting dan terdepan didalam regenerasi pembinaan.

Halaman
12
Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved