Nilai Tukar Rupiah

Pernyataan Donald Trump Sokong Rupiah dan IHSG

Pernyataan Trump bikin mata uang Garuda menguat 0,10 persen menjadi Rp 14.574 per dollar AS.

Pernyataan Donald Trump Sokong Rupiah dan IHSG
tribunjateng/dok
ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sempat menguat, nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) melemah pada pertengahan pekan ini. Rabu (22/8) pukul 20.25 WIB, indeks dollar turun 0,30 persen ke 94,97. Indeks dollar turun dalam enam hari berturut-turut.

Padahal, indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini sempat menguat ke 95,38. Nilai tukar dollar AS melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak senang dengan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

"Tampaknya, Trump berniat menjaga dollar AS lebih lemah agar tetap kompetitif," kata David Madden, chief market analyst CMC Markets kepada Reuters. Jika dollar terlalu kuat, maka barang-barang AS akan lebih mahal di pasar internasional.

Berkebalikan dengan dollar, harga emas cenderung naik. Harga emas menguat ke 1.204,90 dollar AS per ons troi. Harga naik dalam empat hari perdagangan berturut-turut dari level terendah 2018 yang tercapai Kamis pekan lalu.

Pernyataan Trump bikin mata uang Garuda menguat 0,10 persen menjadi Rp 14.574 per dollar AS. Serupa, rupiah pada kurs tengah BI juga menanjak 0,07 persen ke posisi Rp 14.568 per dollar AS.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, penguatan rupiah terjadi setelah indeks dollar AS melemah. "Ini dipicu oleh pernyataan Trump yang berharap The Fed tidak menaikkan suku bunga lagi dan menganggap penguatan dollar sekarang akan merugikan AS," kata dia, Selasa (21/8).

Hal senada juga dikatakan analis Valbury Asia Futures Lukman Leong. Karena itu, ia memprediksi, rupiah pada Kasmi (23/8) hari ini masih melanjutkan penguatan di kisaran Rp 14.540-Rp 14.585 per dollar AS. Sedangkan David memproyeksikan, mata uang garuda ada dalam rentang Rp 14.530-Rp 14.580 per dollar AS.

Demikian juga dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil reli selama dua hari. Selasa (21/8) lalu, indeks ditutup naik 0,88 persen ke level 5.944. Namun, investor asing masih mencatatkan jual bersih alias net sell Rp 146,89 miliar.

Analis Henan Putihrai Liza Carmelia Suryanata menilai, belum ada katalis khusus yang mendukung kenaikan IHSG. Kenaikan indeks berlanjut karena masih ada sentimen positif dari sejumlah emiten yang mencetak pertumbuhan laba pada semester pertama 2018.

Sedangkan analis Paramitra Alfa Sekuritas, William Siregar melihat, IHSG tertopang pergerakan rupiah yang cenderung stabil. Menurut dia, masih ada peluang indeks menguat pada Kamis (23/8). "Indeks akan terbantu dengan ekspektasi Asian Games berjalan lancar. Ini menjadi sentimen positif bagi market. Apalagi jika rupiah tetap stabil," ujar dia. (Tribunjateng/Kompas.com/Kontan)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved