Liputan Khusus

Disporapar Jateng Siap Biayai Atlet Sampai Lulus Kuliah

Urip Sihabudin mengatakan, banyak potensi dan bibit-bibit atlet berbakat di provinsi ini.

Disporapar Jateng Siap Biayai Atlet Sampai Lulus Kuliah
tribunjateng/dok
Logo Liputan Khusus Tribunjateng.com 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng,‎ Urip Sihabudin mengatakan, banyak potensi dan bibit-bibit atlet berbakat di provinsi ini.

‎Menurut dia, sistem pembinaan bibit-bibit atlet berbakat di Jateng terpogram secara baik di Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (BBLOP).

"Kami ada program sentra olahraga jangka panjang. Sehingga, pembinaan terstruktur secara baik mulai sejak rekrutmen dan pembibitan," ujarnya, kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.

Urip menuturkan, rekrutmen bibit-bibit atlet berbakat dilakuakn setiap tahun dengan sistem pendaftaran dan seleksi. Selain itu, ada 'pemandu bakat' dari BPPLOP yang juga memantau dan merekomendasikan bibit berbakat tapi tak turut mendaftar saat dibukanya pendaftaran formal lantaran berbagai faktor.

‎"Kami beri kesempatan para pelatih untuk mencari bibit-bibit unggul di sekolah-sekolah maupun klub-klub yang tersebar di Jateng," katanya.

‎Dalam pembinaan atlet-atlet muda di BPPLOP, dia menambahkan, ada sistem promosi dan degradasi, serta kelanjutan penjaminan atlet berprestasi.

‎"Ada evaluasi berkala secara rutin yang sangat rigid. Jika perform dan prestasinya dinilai stagnan atau bahkan menurun, maka akan didegradasi. Bila dalam evaluasi selanjutnya tak ada perkembangan, kelanjutannya akan dipertimbangkan," tuturnya.

Urip menyatakan, saat si atlet lulus setingkat SMA dan ingin melanjutkan kuliah, pihaknya juga siap membiayai hingga lulus sarjana. "Pun selanjutnya jika nantinya mau mengambil jenjang kepelatihan, kami siap menyekolahkan," ucapnya.

Saat ini, Urip berujar, terdapat 280 atlet muda dari 23 cabang olahraga (cabor), yang menjadi binaan BPPLOP.‎ Dari jumlah itu, sekitar 80 persen merupakan atlet cabor perorangan.

"Memang kami prioritaskan yang perorangan, karena sistem evaluasi lebih gampang. Ukuran prestasinya lebih jelas dan rigid," jelasnya.

‎Menurut dia, atlet-atlet berbakat muda yang jauh dari Semarang dan masuk kualifikasi layak untuk dibina, bisa juga diberi pembinaan dan beasiswa pelatihan.

Meskipun atlet-atlet itu tak bertempat tinggal di asrama BPPLOP sebagaimana lainnya, Urip mengungkapkan, hal itu tak menjadi persoalan. "Mau di klub mana juga bisa, nanti kami biayai," ucapnya. ‎(tribunjateng/tim lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved