Breaking News:

Musibah Kebakaran

Sepanjang 2018 Terjadi 65 Peristiwa Kebakaran di Jepara

Sepanjang 2018 terjadi 65 kali peristiwa keabakaran di Kabupaten Jepara. Jumlah itu terhitung sejak Januari hingga Rabu 22 Agustus 2018.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: iswidodo
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
FOTO DOKUMEN Api berkobar dalam kebakaran sejumlah kapal di Muara Sungai Silugonggo, Juwana, Pati, Kamis (9/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Sepanjang 2018 terjadi 65 kali peristiwa keabakaran di Kabupaten Jepara. Jumlah itu terhitung sejak Januari hingga Rabu 22 Agustus 2018.

Sedangkan pada tahun 2017 telah terjadi 85 peristiwa kebakaran.

Menurut Kabid Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Pujo Prasetyo, saat musim kemarau peristiwa kebakaran mengalami peningkatan. Terutama gudang mebel yang menggunakan mesin pengering kayu dan penyedot serbuk kayu.

“Pada Agustus ini saja sudah ada tiga gudang mebel yang terbakar disebabkan oleh hubungan arus pendek pada oven,” kata Pujo, Kamis (23/8/2018).

Selain itu, peristiwa kebakaran juga melanda semak-semak juga cukup tinggi. Hal itu disebabkan oleh puntung rokok. Selain itu, pengaruh suhu panas juga menjadi penyebab. Menurutnya, gesekan daun ilalang juga bisa menyebabkan api.

“Peristiwa kebakaran semak misalnya terjadi di Desa Wonorejo, Mulyoharjo, Bandengan, Robayan, dan Banyuputih,” kata dia.

Pada Bulan Juli 2018, katanya, tercatat ada 13 peristiwa kebakaran. Kebanyakan menimpa gudang mebel juga semak-semak. dalam tempo satu bulan, kerugian akibat kebakaran mencapai Rp 600 juta.

Sedangkan pada Bulan Agustus ini terdapat 15 peristiwa kebakaran. Terakhir yakni kebakaran yang menimpa kandang sapi di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara pada Rabu (22/8/2018). Dalam Kejadian ini pemilik kandang Suwandi mengalami luka karena berusaha menyelamatkan hewan ternaknya.

“Sepanjang Agustus 2018 terdapat kerugian materi sebanyak Rp 5 miliar dari yang kami catat,” katanya.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Jepara hanya memiliki empat armada mobil damkar dan tiga mobil tangki penyuplai air. Sementara jumlah armada yang dimilikinya ditempatkan di dua pos, yaitu Pos Kalinyamatan dan Pos Jepara Kota. Pihaknya telah mengusulkan penambahan armada untuk ditempatkan di Pos Jepara Utara, namun masih belum terealisasi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved