Zumi Zola Gubernur Nonaktif Jambi Didakwa Terima Gratifikasi Rp 40 Miliar

Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola, didakwa menerima gratifikasi lebih dari Rp 40 miliar.

Zumi Zola Gubernur Nonaktif Jambi Didakwa Terima Gratifikasi Rp 40 Miliar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
FOTO DOKUMEN Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola, didakwa menerima gratifikasi lebih dari Rp 40 miliar. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola, didakwa menerima gratifikasi lebih dari Rp 40 miliar. Zumi juga didakwa menerima 177 ribu dolar Amerika Serikat dan 100 ribu dollar Singapura. Selain itu, Zumi juga didakwa menerima sebuah mobil Toyota Alphard.

Hal itu diuraikan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam surat dakwaan terhadap Zumi Zola yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (23/8).

Menurut jaksa, Zumi diduga menggunakan hasil gratifikasi itu untuk membiayai keperluan pribadi dia dan keluarganya. Beberapa di antaranya, untuk membiayai keperluan Zumi saat berkunjung ke Amerika Serikat.

Menurut jaksa, pada awal September 2017, Zumi meminta kepada orang kepercayaannya, Asrul Pandapotan Sihotang uang sejumlah 20 ribu dolar AS.

"Uang itu untuk kebutuhan terdakwa selama kunjungan ke Amerika Serikat, serta uang untuk membeli oleh-oleh," kata jaksa Tri Anggoro Mukti saat membacakan surat dakwaan.

Selanjutnya, Asrul melalui Amidy kemudian meminta kepada Arfan selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jambi, untuk menyediakan uang 30 ribu dolar AS.

Kemudian, Arfan meminta kepada kontraktor rekanan Dinas PUPR, Joe Fandy Yoesman alias Asiang, untuk menyediakan uang tersebut.

Keesokan harinya, Asiang menyerahkan uang 30 ribu dolar AS kepada Arfan di ruangan Kabid Bina Marga Dinas PUPR.

Menurut jaksa, Arfan selanjutnya bertempat di The Cafe, Hotel Mulia Jakarta menyerahkan uang 30 ribu dolar AS kepada Asrul untuk digunakan oleh Zumi Zola.

Action figure

Menurut jaksa, pada Oktober 2017, Asrul membayar action figure seharga Rp 52 juta, yang dipesan Zumi Zola pada 2016. Pembayaran dengan cara ditransfer ke penjual yang berada di Singapura.

Kemudian, pada Juni- November 2017, Asrul membayar pelunasan pemesanan 9 patung action figure Marvel dari Singapura seharga 6.150 dolar Singapura. Selain itu, Asrul juga membayar 16 barang pesanan Zumi Zola di XM Studios seharga 5.600 dolar Singapura, dengan cara setor tunai.

Menurut jaksa, Zumi tidak pernah melaporkan semua gratifikasi yang diterima sampai 30 hari sejak diterima kepada KPK.

Padahal, uang dan mobil yang diterima Zumi tidak beralasan hukum. Aturan itu tertuang dalam Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Semua penerimaan itu haruslah dianggap suap, karena berlawanan dengan tugasnya dan jabatan selaku Gubernur Provinsi Jambi," ujar jaksa. (tribunjateng/kps/Tribunnews)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved