Ketua DPRD Kota Semarang Ingatkan Jabatan Pj Sekda Maksimal 6 Bulan

Status Penjabat (Pj) Sekda Kota Semarang yang dipegang Agus Riyanto saat ini telah berjalan lebih dari 7 bulan

Ketua DPRD Kota Semarang Ingatkan Jabatan Pj Sekda Maksimal 6 Bulan
tribunjateng/hermawan handaka
Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Status Penjabat (Pj) Sekda Kota Semarang yang dipegang Agus Riyanto saat ini telah berjalan lebih dari 7 bulan. Agus dilantik Wali Kota Semarang sebagai Pj Sekda pada 8 Januari lalu dan hingga kini belum didefinitifkan.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, jabatan Pj Sekda yang berjalan sampai lebih dari 7 bulan tersebut telah melanggar ketentuan yaitu Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintah dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekda.

"Aturan disebutkan, masa jabatan Penjabat Sekda itu maksimal tiga bulan. Kalau masih terjadi kekosongan, Penjabat Sekda bisa diangkat lagi meneruskan jabatannya dengan masa paling lama juga tiga bulan. Artinya maksimal enam bulan dan harus ada Sekda definitif," kata Supriyadi, Jumat (24/8/2018).

Dikatakannya, jika kondisi ini teruskan justru dikhawatirkan terjadi pelanggaran aturan. Karenanya, seharusnya Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPP) Kota Semarang segera membuka seleksi terbuka untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda.

Ia menjelaskan, seleksi terbuka tersebut harus mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen PNS. Dalam aturan tersebut, katanya, jabatan Sekda harus melalui seleksi terbuka dengan usia maksimal 56 tahun.

"Saya hanya mengingatkan saja karena aturannya berbunyi demikian. Justru kalau diteruskan apakah nanti tidak melanggar aturan yang ada?" herannya.

Untuk itu, ia berharap BKPP Kota Semarang segera menelaah aturan yang berlaku dan menjalankannya. Sehingga Pemkot Semarang terhindar dari masalah yang muncul akibat masa jabatan Pj Sekda yang melebihi batas waktunya.

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Semarang, Bambang Sungkono mengakui banyak terjadi kekosongan jabatan di lingkungan Pemkot Semarang. Untuk di Eselon IV di tingkat Kasi ada sekitar 20-an. Untuk Eselon III juga ada puluhan posisi yang kosong. Dan Eselon II sekelas Kepala Dinas ada dua posisi yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

"Saat ini sedang kami godok untuk pengisian itu. Kami harapkan bisa segera terisi," katanya.

Sementara untuk kekosongan posisi Sekda, lanjutnya, nantinya juga akan dilakukan pengisian melalui seleksi terbuka yang bisa diikuti seluruh PNS di Jawa Tengah. Hanya saja, prosesnya masih dalam konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri.

"Terkait masa jabatannya Pj Sekda, juga kami konsultasikan. Karena dalam aturan yang lama, masa jabatannya tidak dibatasi, bisa seumur hidup. Kalau maksimal 6 bulan kan aturan yang baru. Pj Sekda yang sekarang pas diangkat kan belum ada aturan baru ini," ujarnya.

Bambang memberikan ancang-ancang, pihaknya akan mengupayakan pengisian kekosongan jabatan sekitar Oktober-Nopember mendatang. Dengan terisinya kekosongan jabatan tersebut, diharapkan roda pemerintahan berjalan lebih maksimal. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved