Suasana Penghuni Lokalisasi SK Ikuti Pelatihan Keterampilan Dinsos Kota Semarang

Suasana Penghuni Lokalisasi SK Ikuti Pelatihan Keterampilan Dinsos Kota Semarang

Suasana Penghuni Lokalisasi SK Ikuti Pelatihan Keterampilan Dinsos Kota Semarang
tribunjateng/hermawan handaka
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang menggelar pelatihan keterampilan bagi puluhan warga binaan Resosialisasi Argorejo di kantor Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang Barat 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang menggelar pelatihan keterampilan bagi puluhan warga binaan Resosialisasi Argorejo di kantor Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, Jumat (24/8/2018).

Pelatihan keterampilan bagi penghuni kawasan yang dikenal sebagai lokalisasi Sunan Kuning (SK) itu dilakukan sebagai persiapan penutupan praktik lokalisasi yang ditargetkan akhir 2018 ini.

Seorang warga binaan, Intan mengatakan, dirinya mengikuti pelatihan yang digelar karena ingin mempunyai skill keterampilan. Sehingga saat lokalisasi dilakukan penutupan, dirinya bisa membuka usaha dari keterampilan yang dikuasainya.

"Saya sadar usia sudah tidak muda lagi. Tidak mungkin bekerja seperti ini terus. Makanya begitu ditawari pelatihan, saya langsung ikut. Jadi nanti bisa bekal untuk buka usaha setelah tempat ini ditutup," katanya.

Untuk modal membuka usaha, dirinya telah menabung sejak lama dan hasilnya cukup lumayan. Dari tabungannya itu, beberapa di antaranya telah dibelikan rumah dan tanah. Sebagian masih berupa tabungan uang yang akan dipakainya untuk modal usaha.

"Modal usaha sudah punya dari tabungan. Cuma masih mencari usaha apa yang cocok saya jalankan. Makanya dari pelatihan keterampilan yang saya ikuti siapa tahu bisa jadi usaha yang menjanjikan," tuturnya.

Kepala Dinsos Kota Semarang, Tommy Y Said mengungkapkan, pelatihan keterampilan yang dilakukan merupakan tahap II. Dalam pelatihan tersebut, Dinsos memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memilih keterampilan yang disukai.

"Ada pelatihan menyongket, membuat handycraft, menjahit, tata boga, dan lainnya. Mereka bebas memilih sesuai kemampuan karena setiap orang kan beda kesukaannya dan potensinya apa," kata Tommy.

Pelatihan tahap II ini akan selesai pada pada awal September nanti. saat ini upaya preventif terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk warga binaan lokalisasi SK sebelum secara resmi ditutup secara permanen.

Tommy menjelaskan, ada sekitar 500 Pekerja Seks Komersial atau PSK dan pekerja hiburan malam yang menghuni SK. Dengan pelatihan itu diharapkan mereka dapat memiliki keterampilan untuk dijadikan mata pencarian supaya bisa mandiri setelah kembali ke daerah masing-masing.

"Harapan kami ini dapat menjadi pemicu supaya mereka mandiri. Paling tidak ketika Sunan Kuning ditutup, mereka bisa berwiraswasta. Rencananya juga nanti dari Kementerian Sosial juga akan memberikan pelatihan kerja," imbuhnya.

Diakui Tommy rencana penutupan lokalisasi di Kota Semarang ini juga menjadi bom waktu, yakni isu-isu panas sudah mulai bermunculan sehingga membuat suasana kurang kondusif. Bahkan beberapa diantaranya, ada isu jika pemkot akan mengambil hak tanah di kawasan Sunan Kuning, padahal itu tidak benar.

"Ada isu kalau pemkot mau menyegel rumah-rumah di sana (Sunan Kuning), kan tidak mungkin lah itu tanah dan rumah milik warga alias HM, kalau pemkot mau mengambil ya mesti melakukan pembebasan lahan dulu. tidak semudah itu," jelasnya.

Tommy berharap penutupan lokalisasi SK bisa dilakukan secepatnya dan dapat dukungan semua pihak. Pasalnya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial sudah menargetkan seluruh lokalisasi di Indonesia harus sudah ditutup pada 2019. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved