Breaking News:

Gempa Lombok

Pemerintah Akan Bangunkan Hunian Sementara untuk Keluarga Korban Gempa Lombok

emerintah akan membangun Rumah Hunian Sementara (RHS) untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Editor: m nur huda
Ist
Kerusakan akibat gempa susulan dengan kekuatan 6,5 skala richter mengguncang Lombok, Minggu (19/8/2018) pukul 11.06 WIB. 

TRIBUNJATENG.COM, MATARAM - Pemerintah akan membangun Rumah Hunian Sementara (RHS) untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Jumlah rusak berat sesuai data saat ini sebanyak 70.000, berarti ada sekian KK yang membutuhkan RHS sebelum rumahnya bisa dibangun kembali," terang Sekretaris Daerah NTB, Rosiyadi Sayuti, seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com Sabtu (25/8/2018).

Masa tanggap darurat bencana gempa bumi di NTB yang dimulai tanggal 29 Juli dan berakhir Sabtu (25/8/2018).

Selanjutnya pemerintah daerah NTB akan melakukan peralihan dari masa transisi tanggap darurat menjadi masa pemulihan.

Setelah masa tanggap darurat berakhir, unsur TNI dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) akan melanjutkan kegiatan baik yang sudah selesai dan yang belum selesai pada masa tanggap darurat kemarin.

“Intinya sudah tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan evakuasi dan penyelamatan, semua sudah dilaksanakan, korban sudah teridentifikasi dan dalam proses pemulihan, baik di Rumah Sakit maupun tempat masing-masing”, terang Rosiyadi.

Menurut Rosiyadi, saat ini yang perlu dilakukan adalah bagaimana membangun kembali rumah-rumah rakyat maupun fasilitas publik yang terdampak ketika bencana gempa. Hal tersebut telah diperkuat dengan keluarnya Inpres nomor 5 tahun 2018.

"Dengan keluarnya Inpres tersebut, maka masa pemulihan diharapkan dapat selesai dalam masa waktu 6 bulan ke depan," terang Rosiyadi.

Salah satu instrumen pemerintah yang akan membatu masa pemulihan rumah masyarakat di NTB adalah istrumen dari Panglima TNI dengan dibentuknya Komando Satuan Tugas Gabungan yang akan meliputi seluruh kabupaten terdampak, dibawah Komando Mayor Jendral TNI Madsuni, yang membawahi 4 sektor.

Sektor tersebut antara lain, Sektor Sambalia dan Sumbawa, Sektor Kayangan dan sekitarnya, Sektor Pamenang, dan Sektor Gunung Sari meliputi Kota Mataram dan Lombok Tengah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved