Agenda

Yuk Saksikan Festival Bukit Jatiwayang di Ngemplak, Simongan

Yuk Saksikan Festival Bukit Jatiwayang di Ngemplak, Simongan. Gagasannya adalah mencoba mengingat kembali perjalanan kampung

Yuk Saksikan Festival Bukit Jatiwayang di Ngemplak, Simongan
TRIBUN JATENG/dok
Atraksi drumblek 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Festival Bukit Jatiwayang, merintis paseduluran bukit di Semarang. Gagasannya adalah mencoba mengingat kembali perjalanan kampung dan bagaiamana relasi sosial di situs terjalin.

Termasuk kampung baru, Jatiwayang yang berlokasi di Ngemplak, Simongan mulai ramai ditinggali setelah ada penggusuran di daerah Citarum, Semarang, sekitar tahun 1960an akhir. Daerah yang semula areal permakaman ini berangsur-angsur menjadi permukiman padat.

Kerjasama antara warga Jatiwayang dan Hysteria, tahun ini mereka menggelar tujubelasan dengan tema yang berbeda.

Melalui Dinas Cipta Tempat dan Ruang, platform bentukan Hysteria, festival Jatiwayang selain berusaha meretas kembali simpulsimpul komunikasi kampung juga merintis jejaring kampung-kampung yang letaknya di bukit-bukit.

Seperti diketahui Semarang mempunyai banyak bukit, namun hanya sedikit yg mengaktivasi kawasan tersebut untuk urusan kebudayaan. Dibagi menjadi kawasan atas dan bawah, Semarang mempunyai kontur bergelombang dan berbukit-bukit. Di daerah yang diidentifikasi dengan Semarang Bawah pun kenyataannya mempunyai lanskap naik turun.

Baik dataran rendah maupun bukit-bukitnya didiami masyarakat dan dengan mudah orang melihat lanskap kota dari berbagai sudut, tak terkecuali di Jatiwayang, yang pada posisi tertentu bisa saksikan laut utara jawa yang termasyur itu.

Festival Bukit Jatiwayang berusaha memeriksa Semarang dari perspektif bukit dan juga mengaktivasi bukit dengan kegiatan kesenian.

Festival ini akan diikuti ratusan warga Jatiwayang pada Sabtu (25/08/2018). Adapun kegiatan yang akan dilakukan yaitu, Kirab Budaya dan Panggung Rakyat yang di dalamnya akan pentas Ketoprak Jatiwayang yang coba diaktifkan kembali.

Afik selaku ketua panitia mengatakan salah satu tujuan diadakan Festival Bukit Jatiwayang untuk mempererat kebersamaan masyarakat di Jatiwayang. “Kami mencoba menampilkan kembali Ketoprak Jatiwayang yang dulunya pernah menjadi kebanggaan,” katanya dalam press rilis kepada tribunjateng.com, Jumat (24/8/2018).

Selain warga Jatiwayang, festival itu juga akan dimeriahkan oleh penampilan Drumblek Kauman Suruh (DKS) Kabupaten Semarang dan Barongsai. Pengunjung juga bisa melihat instalasi bambu dan bahan-bahan alami yang sebelumnya diciptakan Kolektif Wayang Gaga bersama warga selama beberapa minggu sebelumnya.

Instalasi ini menambah tampilan artistik kampung dan diharapkan memperkaya perspektif warga atas kampungnya. Jaringan kampung lain yang dirintis Dinas Cipta Tempat dan Ruang seperti dari Kampung Bustaman, Petemesan, Kp. Malang, Kemijen, Karangsari, Sendangguwo juga diundang untuk silaturahmi dalam ajang ini. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved