Breaking News:

Beser Disebut Gejala Kanker, Dokter Spesialis RS Telogorejo dan Confidence Beri Penjelasan

Benarkah Sering Beser Gejala Kanker? Simak Penjelasan Dokter Spesialis di RS Telogorejo Ini

Penulis: Wilujeng Puspita
Editor: iswidodo
ISTIMEWA
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Telogorejo, Dr Witjitra Darmana Samsuria, Sp.PD dan Management Confidence Popok Dewasa 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Overactive bladder atau gangguan sering kencing bisa terjadi akibat udara dingin, terlalu banyak minum, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Namun bila bukan karena ketiganya, kanker sering disebut sebagai penyakit yang menyebabkan penderitanya sering kencing.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Telogorejo, Dr Witjitra Darmana Samsuria, Sp.PD menuturkan jika penyebab beser bukan karena tiga hal di atas, ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai, seperti diabetes, gonore, infeksi saluran kencing, dan juga kanker kandung kemih (kanker buli).

Hal itu ia paparkan saat mengisi Seminar Confidence Popok Dewasa di RS Telogorejo, Jalan Kiai Ahmad Dahlan, Semarang Jawa Tengah, Sabtu (25/8/2018).

"Kalau itu kanker di dalam buli, ya itu sering kencing bahkan dalam waktu panjang bisa mengeluarkan darah," ungkap Dokter Witjitra.

Dokter Witjitra menerangkan, dalam keadaan normal, seseorang akan buang air kecil sebanyak 8 kali dalam satu hari.

Sedangkan batas normal seseorang menderita gangguan sering kencing alias beser adalah 2 hingga 4 minggu.

Jika 4 minggu gangguan itu tidak kunjung sembuh, maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Normalnya orang buang air kecil itu 8 kali sehari. Tapi kalau kalau 2 sampai 4 minggu kondisi pasien belum baik dan masih overactive bladder , harus dilakukan pemeriksaan lebih dalam," ungkapnya.

Ia menuturkan, gangguan beser ini tidak bisa diabaikan begitu saja terlebih mengonsumsi jamu-jamu segala macam yang bisa membahayakan organ lain.

Kanker kandung kemih memiliki beberapa gejala awal di antaranya adalah: sering buang air kecil, nyeri buang air kecil, sakit punggung, nyeri panggul.

Sedangkan dalam stadium lebih lanjut, darah dalam urine muncul sehingga agak berwarna kuning kemerahan.

Atau urine mungkin tampak normal, tetapi darah dapat dideteksi dalam pemeriksaan mikroskopis urin. (tribunjateng/wilujengpuspitadewi)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved