Target Penerimaan KPPBC Tipe Madya Kudus Baru Capai Rp 14,7 Triliun

Meski saat ini sudah masuk pada semester kedua tahun 2018, namun peneriman belum menembus angka di atas 50 persen

Target Penerimaan KPPBC Tipe Madya Kudus Baru Capai Rp 14,7 Triliun
Barang bukti rokok ilegal. Tribun Jateng/Rifqi Gozali 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Penerimaan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus baru mencapai 39,20 persen atau Rp 14,7 triliun. Padahal tahun ini ditarget mencapai Rp 37,6 Triliun.

Diketahui, target penerimaan pada tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya berada di angka Rp 34,47 triliun. Naiknya target lantaran adanya kenaikan tarif cukai per 1 Januari 2018.

Meski saat ini sudah masuk pada semester kedua tahun 2018, namun peneriman belum menembus angka di atas 50 persen. Hal itu tak lantas membuat pihak KPPBC gamang.

Sebab, adanya kebijakan penundaan pembayaran membuat sejumlah perusaah rokok menunda pembayaran tarif cukai sampai pada akhir tahun.

Di Kudus sendiri sedikitnya terdapat 58 perusahaan rokok mulai dari skala besar atau golongan I sampai skala terendah atau golongan III.

Kebijakan penundaan, kata Rini, diberlakukan untuk perusahaan yang memiliki kredibilitas dari segi manajemen keuangan.

"Sementara wilayah kerja kita tidak habya Kudus, tapi ada Jepara, Pati, Rembang sampai Blora," kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Kudus Dwi Prasetyo Rini, Minggu (26/8/2018).

Fokus Penindakan BKC Ilegal

Selain penerimaan, pihaknya juga fokus terhadap peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved