Musim Kemarau

21 Desa di Banjarnegara Kekeringan dan Krisis Air Bersih, Ini Upaya BPBD

BPB Banjarnegara menjadwalkan pengiriman air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan.

21 Desa di Banjarnegara Kekeringan dan Krisis Air Bersih, Ini Upaya BPBD
tribunjateng/khoirul muzaki
AIR BERSIH - Sejumlah warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Banjarnegara 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, BANJARNEGARA - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara menjadwalkan pengiriman air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan.

Sebanyak 21 desa di Kabupaten Banjarnegara telah dilanda krisis air bersih. Desa-desa tersebut tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, yakni Kecamatan Klampok, Mandiraja, Susukan, Bawang, Purwanegara, Pagedongan, Banjarmangu, Madukara dan Wanadadi.

Puluhan ibu rumah tangga di Desa Sirkandi Kecamatan Klampok sibuk menengadahkan ember dan jerigen di bawah truk tangki. Warga tertib mengantre sampai petugas menyalurkan selang air dari tangki ke wadah mereka.

Setiap hari, tiga truk tangki milik BPBD berkapasitas 5 ribu liter keliling ke desa-desa yang membutuhkan suplai air bersih.

"Stok air bersih kami dari PDAM tidak terbatas. Sehingga permintaan warga akan terpenuhi,"kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Agus Haryono, Senin (26/8)

Hingga hari ini, BPBD Banjarnegara telah menyuplai sebanyak 100 tangki atau 500 ribu liter air bersih ke 21 desa kekeringan.

Bantuan ini menyasar sebanyak 5.037 Kepala Keluarga (KK) atau 17425 jiwa terdampak krisis air bersih.

Agus mengatakan, berdasarkan data dropping air bersih dan pemetaan tahun 2017, terdapat 35 desa rawan kekeringan di Kabupaten Banjarnegara.

Sejauh ini, baru 21 desa di antaranya yang mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved